INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang Januari-Juni 2018 membukukan laba bersih sebesar Rp10,40 triliun, atau tumbuh 11% dibandingkan di periode yang sama pada 2017 sebesar Rp9,40 triliun.
“Pertumbuhan laba Astra pada semester pertama tahun ini ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 15% menjadi Rp112,60 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp97,90 triliun,” ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII, di Jakarta, Jumat (27/07/2018).
Prijono menegaskan, peningkatan pendapatan tersebut terutama sekali disumbangkan dari bisnis alat berat dan pertambangan. Bisnis tersebut menyumbangkan laba Rp3,3 triliun, atau mencapai sekitar 32% dari laba bersih konsolidasi Astra.
Prijono juga menjelaskan, nilai aset bersih per saham Astra per Juni 2018 tercatat sebesar Rp3.155. Itu lebih tinggi 3% dibandingkan posisi pada akhir 2017 sebesar Rp3.063.
“Sementara itu, utang bersih Astra di luar utang anak usaha di bidang jasa keuangan tercatat Rp6,6 triliun dibandingkan nilai kas bersih sebesar Rp2,7 triliun per akhir Desember 2017. Itu karena investasi yang dilakukan pada bisnis jalan tol dan GO-JEK serta belanja modal untuk bisnis kontraktor penambangan,” papar Prijono.
Adapun utang bersih Astra yang terdapat di anak usaha jasa keuangan per Juni 2018 tercatat sebesar Rp47,90 triliun dibandingkan sebesar Rp46,1 triliun pada akhir 2017. (Abraham Sihombing)