INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat terbatas dengan rentan pergerakan 5874-5942. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, BBRI, BMRI, BSDE, LSIP, SMGR, ROTI, BRPT.
"Pergerakan IHSG secara teknikal mencoba break out bearish trend line dengan menguji upper bollinger bands. Indikasi menguat jika mampu bertahan ditas 5900 dengan target MA200 hingga level 6140 namun jika pulled back IHSG akan kembali menekan dengan menguji level MA20," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (24/7/2018).
Ia katakan, indikator Stochastic terkonsolidasi positif dengan momentum bullish indikator RSI yang terasa terbatas pada peluang penguatannya.
Kemarin, IHSG (+0.73%) menguat 43.01 poin kelevel 5915.79 dengan saham-saham sektor infrastruktur (+1.54%) dan Konsumer (+1.47%) menjadi pionir penguatan ditengah musim laporan keuangan yang diekspektasinya cukup baik pada kedua sektor tersebut. Data pertumbuhan pinjaman pun menjadi fokus investor yang akan rilis pada hari selasa sebagai arah kinerja perbankan ditengah prospek peningkatan suku bunga tahun ini. Investor asing tercatat net sell 102.95 miliar rupiah dengan saham BBTN, TKIM dan INDY menjadi top net sell value.
Bursa saham Eropa dibuka pada zona negatif. Indeks Eurostoxx (-0.14%), FTSE (-0.31%) dan DAX (-0.08%) dibuka melemah. Investor antipati pada data indeks kinerja PMI manufaktur dan jasa di Zona Eropa. Peristiwa selanjutnya yang akan menjadi fokus investor diantaranya; Lanjutan musim laporan keuangan tengah semester pertama, Keputusan ECB pada kebijakan moneter dihari kamis hingga Produk domestik bruto AS yang dispekulasikan meningkat menjadi 4%.
Mengawali pekan mayoritas ekuitas Asia ditutup bervariasi dengan Indeks Nikkei (-1.33%), TOPIX (-0.36%) dan KOSPI (-0.87%) ditutup turun sedangkan HangSeng (+0.11%) dan CSI (+0.94%) menguat. Penguatan Yen dan spekulasi bahwa BOJ akan memperdebatkan beberapa penyesuaian dalam kebijakan stimulusnya menjadi faktor utama pelemahan ekuitas di Jepang.