INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Holcim Indonesia Tbk berhasil menempati posisi pertama sebagai perusahaan dengan performa keberlanjutan terbaik pada malam penghargaan Indonesia Green Companies awards yang diselenggarakan oleh Majalah SWA di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Penghargaan tahunan tersebut memilih perusahaan-perusahaan yang berkomitmen dalam mengimplementasikan prinsip triple bottom line.
Oepoyo Prakoso, Sustainable Development Manager, tampil mewakili perusahaan untuk menerima penghargaan tersebut. Penghargaan tahunan ini menilai perusahaan publik di Indonesia yang memiliki kinerja tinggi dalam pembangunan berkelanjutan dan terbukti memberikan dampak positif berdasarkan aspek-aspek seperti komitmen CEO, kepatuhan, prinsip dan strategi, tindakan nyata, inisiatif dan dampak.
Mengutip dari situs resmi SWA, Kemal E. Gani, Pemimpin Redaksi Majalah SWA, mengatakan masih banyak perusahaan yang perlu mendorong bisnisnya secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan dampak sosial untuk masyarakat dan lingkungan.
Penghargaan ini menilai dan mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang dipandang berhasil dan layak mendapat pengakuan atas upaya-upaya terbaik mereka, dan menetapkan tolok ukur dalam penerapan pembangunan berkelanjutan bagi perusahaan lain.
Untuk proses penjurian, Majalah SWA melibatkan beberapa nama yang cukup memiliki pengaruh dalam pembangunan berkelanjutan dan manajemen lingkungan seperti mantan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Profesor Emil Salim.
Oepoyo Prakoso, Sustainable Development Manager Holcim Indonesia menjelaskan, inisiatif dan langkah-langkah pembangunan berkelanjutan yang kami lakukan berfokus pada perencanaan jangka panjang yang dicanangkan LafargeHolcim sebagai induk perusahaan melalui “The 2030 Plan”.
"Untuk mewujudkan tujuan jangka panjang kami dalam bagaimana kami menjalankan bisnis," ujar Oepoyo melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/7/2018).
Ditambahkan Oepoyo, solusi bernilai tambah dan berkelanjutan yang memberikan kontribusi tertinggi pada saat proses penilaian adalah manajemen pengelolaan limbah menjadi sumber energi dibawah bendera Geocycle, beton berpori bernama ThruCrete dan beton cepat kering untuk perbaikan jalan bernama SpeedCrete yang membantu menurunkan emisi CO2 dari kemacetan karena pekerjaan perbaikan jalan konvensional yang menutup jalan dalam waktu lama.
Selain itu, produk ThruCrete juga digunakan pada proyek revitalisasi area kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai bagian dari persiapan untuk menyambut Asian Games ke-18 di Jakarta serta membantu kompleks olahraga ini mendapatkan sertifikasi hijau untuk bangunan cagar budaya.
Holcim mengoperasikan empat pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat, Cilacap, Jawa Tengah, Tuban di Jawa Timur dan Lhoknga, Aceh dengan total kapasitas gabungan per tahun 15 juta ton semen.
Sejalan dengan induk perusahaan, LafargeHolcim Group, Holcim Indonesia juga menempatkan fokus pada empat area yaitu, iklim, air dan alam, sistem ekonomi sirkuler, serta karyawan dan masyarakat.
"Strategi jangka panjang ini bertujuan untuk mencapai sepertiga target pendapatan perusahaan dari solusi berkelanjutan pada tahun 2030," paparnya.