Highlights

  • SCG menempati peringkat ke-22 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara versi Fortune
  • Total pendapatan SCG mencapai US$15,1 miliar dengan laba bersih US$428,5 juta
  • Di Indonesia, penjualan SCG tumbuh 16% secara year-on-year menjadi Rp5,05 triliun di kuartal I-2026
  • Indonesia menjadi kontributor penjualan terbesar SCG di ASEAN dengan porsi 28%

SCG kembali menempati posisi dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 untuk tahun ketiga berturut-turut. Perusahaan konglomerat asal Thailand ini menempati peringkat ke-22 dari 500 perusahaan dengan pendapatan tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Pencapaian ini mencerminkan fundamental bisnis SCG yang tetap kokoh di tengah tantangan ekonomi global, kenaikan biaya energi dan bahan baku, serta persaingan yang semakin ketat di kawasan ASEAN.

Kinerja Keuangan Solid

Berdasarkan data Fortune, SCG membukukan total pendapatan sebesar US$15,1 miliar dengan laba bersih US$428,5 juta. Perusahaan ini juga mencatatkan total aset sebesar US$26,1 miliar dan didukung oleh 51.941 karyawan di seluruh kawasan.

Secara kolektif, 500 perusahaan dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 membukukan pendapatan gabungan sebesar US$1,88 triliun dan laba gabungan US$150 miliar sepanjang 2025.

Indonesia Jadi Kontributor Terbesar di ASEAN

Di kuartal I-2026, SCG mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. EBITDA tumbuh 17% secara year-on-year menjadi Rp8,3 triliun, dengan laba sebesar Rp3,4 triliun.

Yang menarik, Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan tertinggi di kawasan ASEAN dengan kenaikan 16% year-on-year menjadi Rp5,05 triliun. Dengan pencapaian tersebut, Indonesia menjadi kontributor penjualan terbesar SCG di ASEAN dengan porsi 28%.

Presiden dan CEO SCG, Thammasak Sethaudom, mengatakan pengakuan ini mencerminkan dedikasi seluruh karyawan SCG dalam memperkuat bisnis melalui kemampuan beradaptasi secara cepat serta peningkatan daya saing berkelanjutan.

Strategi Regional Optimization

SCG terus memperkuat keunggulan kompetitif melalui strategi Regional Optimization dengan mengoptimalkan jaringan fasilitas manufaktur di berbagai negara ASEAN. Perusahaan juga meningkatkan efisiensi operasional melalui percepatan penerapan Robotics, Automation, dan AI.

Di Indonesia, SCG melalui Jayamix by SCG menghadirkan inovasi beton kedap air berteknologi mutakhir — Jayamix Advanced Waterproof Concrete. Perusahaan juga memperpanjang sertifikasi Green Label dengan predikat Gold untuk produk Ready-Mix Concrete.

SCG juga memperluas bisnis energi bersih dengan menerapkan disiplin keuangan yang kuat, serta mengembangkan produk ramah lingkungan (Green Products), produk bernilai cerdas (Smart Value Products), dan produk bernilai tinggi (High Value Added Products).

Komitmen Sosial di Indonesia

Selain pertumbuhan bisnis, SCG juga aktif dalam inisiatif sosial. Sepanjang 2026, perusahaan memperluas program SCG Mentari di Desa Tanjungsari, Kabupaten Sukabumi, termasuk membangun empat waste station pengelolaan sampah.

Di bidang pendidikan, SCG melanjutkan program beasiswa SCG Sharing the Dream yang kini memasuki tahun ke-14 sebagai wujud komitmen memperluas akses pendidikan dan memberdayakan generasi muda Indonesia.

FAQ

Apa itu Fortune Southeast Asia 500?

Fortune Southeast Asia 500 adalah daftar peringkat 500 perusahaan dengan pendapatan tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Daftar ini disusun berdasarkan total pendapatan perusahaan pada tahun fiskal terakhir.

Bisnis utama SCG di Indonesia apa saja?

SCG beroperasi di Indonesia melalui 38 perusahaan dengan lebih dari 6.000 karyawan. Bisnis utamanya meliputi semen dan bahan bangunan (Jayamix by SCG), bahan kimia, serta kemasan.

Berapa pendapatan SCG di Indonesia?

Di kuartal I-2026, penjualan SCG di Indonesia tumbuh 16% year-on-year menjadi Rp5,05 triliun, menjadikan Indonesia kontributor terbesar SCG di ASEAN dengan porsi 28%.