INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), perusahaan jasa pelayaran angkutan batu bara, meraih dana bernilai total Rp138 miliar dari Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) yang dilakukan pada 29 Juni-2 Juli 2018 lalu.
Dalam PUPS tersebut, perseroan menawarkan 1 miliar unit saham kepada investor publik dengan harga penawaran Rp138 per saham. Pada Jumat (06/07/2018), perseroan melakukan pencatatan dan perdagangan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Dana hasil PUPS ini, setelah dikurangi berbagai biaya emisi, akan digunakan sebagai tambahan modal kerja untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan,” ujar Dirc Richard Talumewo, Presiden Direktur TCPI di Jakarta, Jumat (06/07/2018).
Dirc menjelaskan, total saham yang ditawarkan perseroan dalam PUPS tersebut mencapai 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Pencatatan saham ini adalah realisasi dari komitmen manajemen untuk PUPS melalui mekanisme perdagangan di BEI. Perseroan kini telah resmi menjadi perusahaan publik dan merupakan perusahaan ke-23 yang menjadi emiten BEI pada tahun ini.
Dalam PUPS ini, emiten pelayaran yang berdiri sejak 15 Januari 2007 lalu telah menetapkan penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas, serta 4 perusahaan penjamin emisi yakni PT Panca Global Sekuritas, PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia, PT Pacific Sekuritas Indonesia, PT Binaartha Sekuritas.
Menurut Anshy M Sutisna, Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas, yang bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek, pada masa PUPS tercatat sebanyak 632 investor melakukan pemesanan saham Transcoal.
“Dari total pemesanan yang masuk, sejumlah 2 miliar lebih saham adalah permintaan yang berasal dari pooling allotment yang mencerminkan kelebihan permintaan sebanyak lebih dari 2 kali, atau oversubscribed hampir 3 kali dari total PUPS,” jelas Anshy.
Berdasarkan sistem penjatahan yang ditetapkan, 99% adalah alokasi untuk penjatahan pasti (fixed allotment) dan 1% untuk penjatahan terpusat (pooling allotment).
Menurut prospektus, sebelum PUPS, saham perseroan dimiliki oleh PT Sari Nusantara Gemilang (SNG) sebesar 70% dan PT Karya Permata Insani (KPI) sebesar 30%. Akan tetapi setelah PUPS, komposisi pemegang saham Perseroan yakni SNG sebesar 56%, KPI menjadi 24%, dan sisanya pemegang saham publik sebesar 20%.
Perseroan memiliki satu Entitas Asosiasi dengan kepemilikan saham 28,8% yakni PT Energy Transporter Indonesia yang bergerak di jasa pelayaran dalam dan luar negeri. (Abraham Sihombing)