INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyatakan harga obligasinya sangat kompetitif dengan dominasi mata uang rupiah.
“Kami sangat bahagia dapat memasuki pasar obligasi Rupiah dengan harga yang kompetitif. Leverage kami saat ini masih jauh di bawah pembatasan obligasi kami untuk tidak lebih tinggi dari 6,25x untuk rasio total pinjaman (yang diukurdengan menggunakan kurs lindung nilainya) terhadap BITDA kuartal terkahir yang disetahunkan," komentar Helmy Yusman Santoso CFO TBIG di Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Obligasi berkelanjutan III tahapI di 2018, targetnya Rp608 miliar yang dapat dihimpun.
Ia katakan, per 31 Maret 2018, total pinjaman kotor (gross debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp18.084 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp12.138 miliar.
“Dengan saldo kas yang mencapai Rp926 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp17.158 miliar dan total pinjaman senior bersih net senior Perseroan menjadi Rp11.212 miliar. Menggunakan EBITDA kuartal pertama yang disetahunkan rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,1x dan pinjaman bersih terhadap 4,8x.EBITDA,” katanya.