INDUSTRY.co.id - Bogor, Pertumbuhan industri semen nasional kian menunjukkan tren yang positif seiring dengan program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. 

Advertisement

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, Christian Kartawijaya di Bogor, Jawa Barat (29/6/2018).

"Total konsumsi semen kita itu 66 juta ton tahun tahun 2017. Sementara, semen Indocement tumbuh sekitar enam sampai tujuh persen, jadi penambahan empat juta ton," katanya. 

Advertisement

Menurutnya, tahun 2017 konsumsi semen bertumbuh sekitar lima persen, dan tahun 2018 ini hingga Mei sebesar 5,8 persen. "Ini positif, pertumbuhan semen itu positif dan patut disikapi dengan rasa syukur," terang Christian. 

Dikatakan Christian, saat ini pabrikan menghadapkan efek domino dari pembangunan yang dilakukan pemerintah berjalan, sehingga konsumsi semen semakin meningkat.

Advertisement

Karena, lanjutnya, pertumbuhan suplai jauh lebih besar daripada konsumsi yakni sekitar 10 persen. Sehingga membuat kebutuhan semen untuk empat sampai lima tahun mendatang masih terpenuhi.

"Saat ini utilitas Indocement sudah 70 persen, dari 13 pabrik yang kami punya ada empat pabrik kami stop produksi," katanya.

Advertisement

Menurut dia, penutupan sejumlah pabrik milik Indocement tersebut adalah untuk efisiensi, karena komponen biaya tertinggi dalam produksi semen adalah batu bara untuk memproduksi, dan BBM untuk transportasi.

Meski menutup sejumlah pabrik, Indocement tetap mengalokasikan karyawan di pabrik-pabrik yang masih beroperasi. Pabrik yang dioperasikan saat ini yang memiliki kapasitas produksi di atas 10 juta ton.

"Kami tidak akan membangun pabrik lagi, karena kapasitas yang ada sudah lebih cukup," tuturnya.