INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pelaku usaha jasa logistik yang terafiliasi dengan Asosiasi Logistik Indonesia mengusulkan kepada pemerintah agar swasta lokal dapat mengoperasikan dan memiliki saham di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.  Harusnya operator pelabuhan Patimban dari Indonesia tidak diserahkan kepada PT Pelabuhan Indonesia II (persero).

Advertisement

“Mestinya diserahkan ke swasta, agar ada persaingan sehat dengan Pelindo II di Tanjung Priok, Pelindo III di Tanjung Mas, dan Tanjung Perak,” kata Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldi Ilham Masita

Pelindo I-IV ujarnya, fokus mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia Timur yang membutuhkan peran aktif badan usaha milik negara. Dia berharap BUMN bisa mengerjakan sebagai pionir apabila pihak swasta akhirnya masuk.

Advertisement

“Untuk daerah-daerah yang sudah terlihat bisa digarap secara komersial lebih baik swasta saja yang investasi sesuai dengan perintah Presiden Jokowi agar swasta dilibatkan, dalam pembangunan infrastruktur,” jelas dia

Menurut Zaldy, Patimban tidak bisa dijadikan pelabuhan komplementer dari Pelabuhan Tanjung Priok atau New Priok. Hal ini karena direct call untuk ekspor dari Patimban langsung tidak bisa feeder ke New Priok. Jika hanya feeder ke Tanjung Priok, maka biaya handling-nya dua kali lebih mahal.

Advertisement

“Sebaiknya Pelindo II fokus ikut membangun pelabuhan di luar Jawa, dan di luar negeri,” ungkapnya.

Advertisement