INDUSTRY.co.id - Jakarta-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik keras kepergian KH Yahya Cholil Staquf ke Israel. Kepergiannya tersebut menyakiti hati rayat Palestina.
Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan Israel adalah penjajah, dengan memenuhi udangan ke Israel sama saja menyelisihi UUD 45.
Bertentangan dengan nilai-nilai dan semangat yang terdapat dalam alinea pertama pembukaan UUD 45 yang menyatakan, bahwasanya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa oleh karena itu penjajahan harus dihapus dari permukaan bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, kata dia kepada Industry.co.id di Jakarta, Kamis (146/2018).
Ia katakan kepergian Yahya menyakiti Palestina karena, Israel masih menjajah Palestina. Menyakiti hati rakyat Palestina yang tanahnya dirampas dan dijajah oleh Israel serta rakyatnya dibunuh oleh tentara-tentara Israel dengan cara-cara yang sangat kejam dan biadab, katanya.
Terlebih secara umum rakyat Indonesia mendukug penuh kemerdekaan Palestina. Menyakiti hati sebagian besar rakyat Indonesia yang dari dahulu sampai sekarang mendukung perjuangan rakyat Palestina,katanya.
Hal lainnya sambung dia, mengganggu kelancaran jalannya kebijakan politik luar negeri Indonesia tentang Palestina. Untuk itu karena yang bersangkutan adalah anggota Wantimpres dan agar kepercayaan masyarakat kepada Wantimpres tidak hilang maka yang bersangkutan supaya mundur agar citra pemerintah yang selama ini sudah dianggap baik dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina tidak rusak oleh sikap dan perilaku yang bersangkutan, katanya.