INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,84% atau 52 poin ke posisi 6.055 pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat (08/06/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.106.
Tadi pagi, IHSG dibuka langsung turun 0,38% atau 23 poin ke posisi 6.083. Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.051-6.096. Dengan demikian, tren perdagangan IHSG pada sesi pertama hari ini terlihat menurun.
Pelemahan indeks di sesi pertama perdagangan hari ini disebabkan oleh penurunan harga 221 saham, terutama saham-saham sektor keuangan. Di samping itu, terdapat pula 122 saham yang mengalami kenaikan harga, 120 saham stagnan dan 174 saham tidak ditransaksikan.
Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,66 triliun. Nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,89 triliun, Pasar Negosiasi senilai Rp769,62 miliar dan Pasar Tunai sebesar Rp452,59 juta.
Total volume perdagangan tercatat sebanyak 35,55 juta lot saham, hasil dari 215.660 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp460,86 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 1,2 juta lot saham.
Sebanyak delapan dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor keuangan mengalami penurunan paling dalam, yaitu sebesar 1,57% atau 17,17 poin ke posisi 1.075. Kemudian diikuti oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks sektor pertambangan yang masing-masing terpangkas 1,49% dan 0,98%.
Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan terdalam dan menjadi top losers pada sesi pertama perdagangan hari ini adalah PGAS yang harganya turun 4,55% atau Rp100 menjadi Rp2.100 per unit, BBRI yang harganya terpangkas 3,36% atau Rp110 menjadi Rp3.160 per unit dan BBNI yagn harganya susut 3,25% atau Rp275 menjadi Rp8.175 per unit.
Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers di sesi pertama perdagangan hari ini adalah TRAM yang harganya naik 3,78% atau Rp14 menjadi Rp314 per unit, TPIA yang harganya meningkat 3,64% atau Rp200 menjadi Rp5.700 per unit dan EXCL yang harganya terangkat 3,12% atau Rp80 menjadi Rp2.460 per unit. (Abraham Sihombing)