Wapres JK: Industri 4.0 Harus Jaga Kebutuhan Dasar Bangsa

Oleh : Ridwan | Kamis, 07 Juni 2018 - 14:18 WIB

Wapres Jusuf Kalla (Foto Dok Industry.co.id)
Wapres Jusuf Kalla (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (7/6/2018)  mengatakan tren otomasi dalam industri 4.0 harus tetap menjaga kebutuhan dasar masyarakat Indonesia, khususnya di bidang pertanian.

"Industri kita memang selalu ada perubahan, tapi di lain pihak kita juga masih mempunyai kemajuan di bidang pertanian, yang selalu tetap menjadi kebutuhan dasar bangsa ini," kata Jusuf Kalla dalam Seminar Penguatan Pemimpin Indonesia .

Perkembangan teknologi yang semakin maju mengakibatkan perubahan pola berpikir dalam industri, sehingga itu juga memerlukan penyesuaian pola pikir masyarakat, pelaku industri dan Pemerintah.

"Sejak tiga atau empat tahun lalu, kita berpikir tentang revolusi mental. Dua bulan lalu, Presiden(Joko Widodo) meluncurkan pola industri 4.0. Semua butuh perubahan, intinya adalah perubahan untuk kemajuan. Banyak ide yang telah kita pelajari," tambah Wapres Kalla.

Teknologi industri generasi ke-empat memerlukan teknologi informasi untuk menyediakan layanan industri yang menghasilkan pabrik cerdas, sehingga tidak menutup kemungkinan pola pekerjaan industri akan lebih banyak menggunakan tenaga robot, kata Kalla.

Namun, Wapres mengingatkan untuk tidak melupakan peran manusia dalam industri 4.0.

"Apabila semua industri menjadi otomasi, bekerja dengan robot; lalu siapa konsumennya? Siapa yang memperoleh pendapatannya? Siapa yang membeli? Tentunya kita harus mengetahui bahwa Indonesia mempunyai ekonomi yang beragam. Jadi di antara kemajuan, industri ekonomi dasar tetap menjadi bagian dari ekonomi ini," katanya.

Oleh karena itu, Wapres berharap para pelaku industri dan juga menteri-menteri dapat menangkap gelagat perubahan teknologi dan industri, sehingga tidak tertinggal dengan jaman.

"Para menteri harus mengetahui bagaimana perubahan akan terjadi di masa datang. Begitu juga teman-teman lain di tingkat pemerintahan. Hal-hal itu dibutuhkan kepemimpinan kebangsaan, pelaksanaan dan juga pengetahuan yang baik," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pendapatan Bersih tumbuh 106,23%, Segmen Penjualan Unit Alat Berat Tumbuh 135,49%

Senin, 16 Mei 2022 - 17:53 WIB

Dahsyat Tembus 295%, Pertumbuhan Laba Bersih KOBEX pada Triwulan I-2022

Jakarta – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) penyedia alat berat terintegrasi, membukukan pencapaian positif pada tiga bulan pertama 2022.

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Senin, 16 Mei 2022 - 17:42 WIB

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Mantan politikus PDIP dan Menteri BUMN Kabinet Gotong Royong, Laksamana Sukardi (LS), menggandeng seniman Harry Tjahjono untuk membuat konten youtube ramah anak.

Destinasi Wisata Cicalengka Dreamland, Bandung, Jawa Barat ( Instagram/@pianpian)

Senin, 16 Mei 2022 - 17:30 WIB

Genjot Pariwisata, Bandung Harus Punya Ciri Khas Sebagai Kota Wisata

Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut sejumlah tempat wisata yang ada di Ibu Kota Jawa Barat itu perlu memiliki ciri khas yang…

Petugas memeriksa kesehatan mulut Sapi

Senin, 16 Mei 2022 - 16:51 WIB

Untuk Kurban, HPDKI Persiapkan Ternaknya Aman dan Sehat dari PMK

Terkait dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa kabupaten di Jawa Timur dan di Aceh, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) gerak cepat mengkoordinasikan seluruh…

Perancis Hapus Pajak Progresif, CPO Dalam Negeri Naik

Senin, 16 Mei 2022 - 16:50 WIB

Para pemangku Kelapa Sawit Desak Pemerintah Evaluasi Larangan CPO dan produk turunannya

Jakarta – Sejumlah indikator makro ekonomi Indonesia melemah pada periode April dan Mei tahun ini. Cadangan devisa nasional turun dan nilai tukar rupiah mulai melemah terhadap dolar AS.