INDUSTRY.co.id -  Jakarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) selaku pengembang pembangunan kota baru Meikarta menolak gugatan dan tagihan dari dua vendor yaitu perusahaan EO (Event Organizer) PT Relys Trans Logistic dan PT Imperia Cipta Kreasi di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Hal tersebut disampaikan oleh Danang Kemayan Jati Director Lippo Group di Jakarta, Kamis (31/5). Menurut Danang, MSU menganut prinsip integritas, terbuka dan profesional dalam menjalankan usahanya. 

"Setiap tagihan yang sah selalu diselesaikan sebagaimana mestinya," ujarnya. 

Sejauh ini, menurut Danang, hubungan dengan lebih dari 500 pemasok, kontraktor dan sub-kontraktor tetap berjalan dengan baik. 

Dan pihaknya menyesalkan telah terjadi kasus terkait vendor yang mengajukan tagihan tak jelas dan tidak melampirkan bukti bukti pendukung yang semestinya. 

"Untuk itu, MSU sedang melakukan audit terhadap semua tagihan-tagihan dan dokumentasi yang diserahkan oleh perusahaan /vendor terkait," terangnya. 

Lebih lanjut Danang mengatakan, MSU sudah secara resmi meminta dua perusahaan EO tersebut untuk memberikan dokumen-dokumen tagihan dan bukti bukti pendukung. 

Sayangnya sampai saat ini dokumen-dokumen tersebut masih belum lengkap diterima. Namun demikian MSU tetap akan mengedepankan itikad baik dan komunikasi, dengan memberikan kesempatan dan waktu tambahan kepada kedua EO terkait untuk menyerahkan tagihan-tagihan dan dokumen-dokumen penunjang yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Sementara itu, masih menurut Danang,  MSU sudah dan akan mengambil langkah-langkah hukum untuk menghadapi vendor-vendor nakal yang diduga melakukan kecurangan, kolusi dan penipuan. 

"MSU akan terus fokus pada mewujudkan pembangunan kota baru di Meikarta sebagai pusat dari pembangunan nasional megapolis Jakarta-Bekasi-Bandung dengan penduduk pada tahun 2045 sebesar delapan puluh juta dan saat ini sudah menjadi basis dari hampir lima puluh persen kegiatan produksi nasional," jelasnya. 

Saat ini, Dikatakan Danang, pembangunan Meikarta terus berlanjut dengan pesat, beberapa gedung CBD sudah topping off dan menurut rencana dua puluh delapan gedung pertama dari hampir keseluruhan dua ratus gedung akan topping off pada bulan Desember 2018, dan serah terima empat belas ribu unit hunian akan dilakukan pada akhir bulan Februari 2019.

"MSU sangat mengapresiasi dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat luas dan puluhan ribu pemilik hunian," pungkas Danang.