INDUSTRY.co.id - PARUNG PANJANG – Maestria Residences memperkenalkan Amerta, cluster perdana dalam kawasan hunian seluas 55 hektare di Parung Panjang, Bogor. Dikembangkan dengan pendekatan thoughtfully planned, kehadiran Amerta memperkuat visi Maestria sebagai kawasan hunian terpadu yang memadukan perencanaan kota, arsitektur tropis kontemporer, ruang hijau, serta fasilitas yang dirancang untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Sebagai cluster perdana Maestria, Amerta dikembangkan berdasarkan masterplan yang dirancang melalui kolaborasi Yori Antar sebagai Design Principal, SWA Group sebagai Master Planner, dan Urban+ dalam Urban Planning. Kolaborasi tersebut menyatukan perencanaan kawasan dengan kualitas kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan antara hunian dan ruang terbuka hingga konektivitas pedestrian dan ruang komunal.

Pendekatan ini menempatkan desain bukan hanya pada bangunan, tetapi juga pada bagaimana keseluruhan lingkungan dapat mendukung kenyamanan, interaksi, dan keseharian penghuninya.

“Ketika merancang sebuah kawasan, yang kami pikirkan bukan hanya rumahnya, tetapi bagaimana lingkungan dapat membentuk kualitas hidup penghuninya. Karena itu, ruang terbuka, jalur pedestrian, dan area komunal dirancang untuk mempertemukan penghuni dan menciptakan ruang untuk bersosialisasi, bahkan di tengah kesibukan sehari-hari,” ujar Yori Antar, Design Principal Maestria Residences.

“Di Maestria, kami ingin membangun sebuah lingkungan yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga mendorong interaksi dan rasa kebersamaan sebagai bagian dari keseharian,” lanjutnya.

Direktur FARPOINT Realty Indonesia Hellen Triutomo mengatakan Amerta menjadi bagian penting dalam menerjemahkan visi Maestria ke dalam sebuah kawasan hunian yang dirancang secara menyeluruh.

“Amerta menjadi bagian penting dalam menerjemahkan visi Maestria ke dalam sebuah kawasan hunian yang dirancang secara menyeluruh. Sejak awal, kami ingin memastikan bahwa rumah, ruang hijau, fasilitas, dan komunitas tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung untuk menciptakan tempat tinggal yang nyaman, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan penghuninya,” ujar Hellen.

Menurut dia, kualitas sebuah hunian tidak hanya ditentukan oleh bangunan rumah, tetapi juga lingkungan yang mengelilinginya. “Bagi kami, kualitas sebuah hunian pada akhirnya juga ditentukan oleh kualitas lingkungan yang mengelilinginya,” katanya.

Pendekatan tersebut berangkat dari filosofi “Designing the neighbourhood, not just designing the house.” Dari total area pengembangan Maestria, sekitar 10,2 hektare dialokasikan sebagai area hijau, dengan elemen utama seperti Central Lake dan Central Park.

Keduanya dirancang sebagai bagian dari kehidupan komunitas, sekaligus menjadi ruang terbuka yang memberikan karakter pada kawasan dan mendukung berbagai aktivitas luar ruang.

Di dalam lingkungan tersebut, Amerta menghadirkan pilihan hunian yang dirancang untuk kebutuhan keluarga dengan karakter dan kebutuhan ruang yang beragam, mulai dari tipe Deluxe, Suite, Double Suite, Loft, Premier, Premier Corner, hingga Elite. Variasi tipe tersebut memberikan keleluasaan bagi penghuni untuk memilih rumah yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan ruang mereka.

Dari sisi arsitektur, Amerta membawa pendekatan tropis kontemporer yang mempertimbangkan karakter iklim Indonesia. Konsep tersebut meneruskan pendekatan Rumah Dua Musim yang menjadi bagian dari desain Maestria, dengan perhatian pada ventilasi alami, pencahayaan matahari, respons terhadap panas dan curah hujan, serta hubungan antara ruang dalam dan ruang luar.

Keterlibatan Yori Antar memberikan dimensi arsitektural yang kuat dalam pendekatan tersebut. Melalui pemahaman terhadap konteks lokal dan iklim tropis, desain Amerta tidak hanya mengejar estetika kontemporer, tetapi juga berupaya menghadirkan hunian yang nyaman, adaptif, dan relevan dengan cara hidup masyarakat Indonesia.

Pada skala kawasan, masterplan Maestria juga menempatkan walkability dan ruang terbuka sebagai bagian penting dari keseharian penghuni. Area hunian dirancang terhubung dengan ruang hijau, fasilitas komunitas, dan area komersial melalui jaringan pedestrian, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih terintegrasi.

Dari sisi mobilitas, Maestria memiliki akses terhadap konektivitas utama di Parung Panjang dan sekitarnya. Kawasan tersebut berjarak sekitar 15 menit dari Stasiun Parung Panjang dan 10 menit dari Stasiun Cilejit, sehingga menawarkan kemudahan akses bagi penghuni menuju Jakarta dan sekitarnya.

Kehadiran Amerta menjadi bagian dari pengembangan Maestria Residences sebagai kawasan hunian terpadu yang mengedepankan keseimbangan antara desain, lingkungan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari. Dengan Amerta sebagai cluster perdana, pendekatan tersebut diterjemahkan ke dalam skala hunian sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan Maestria sebagai sebuah komunitas yang terencana dan berkelanjutan.

Maestria Residences merupakan kawasan hunian terpadu seluas 55 hektare di Parung Panjang yang dikembangkan dengan pendekatan thoughtful design. Kawasan ini mengintegrasikan hunian, ruang hijau, fasilitas komunitas, ruang publik, dan area komersial dalam satu masterplan.

Maestria dikembangkan melalui kolaborasi Yori Antar, SWA Group, dan Urban+, dengan sekitar 10,2 hektare area hijau yang mencakup Central Park dan Central Lake. Amerta merupakan cluster perdana dalam kawasan Maestria Residences.