INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah terus menggenjot Program Listrik Desa (LISSA) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. 

Hal ini sebagai upaya mewujudkan energi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia, terutama untuk menerangi desa-desa di nusantara yang selama ini belum berlistrik. Target Pemerintah, rasio elektrifikasi nasional akan lebih dari 99% pada 2019. 

Program LISSA masih terus dilakukan, termasuk di wilayah pedalaman Kalimantan. Saat inj, 100% desa atau sebanyak 1.502 desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sudah berlistrik.

Hadirnya listrik menjadi semangat baru bagi masyarakat Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kalimantan Timur. Pasalnya, sekarang listrik sudah bisa menyala 24 jam di desa tersebut.

"Sebelum ada listrik PLN, warga di sini menggunakan genset, hanya sanggup menyala empat jam saja, karena biaya untuk genset mahal," ungkap Yuliani, salah seorang warga di Desa Beringin Agung.

Menurutnya, sebelumnya listrik di desanya hanya bisa dinikmati oleh warga yang memiliki genset saja. Itu pun tidak bisa lama, karena biaya genset yang cukup mahal. Mereka membayar biaya Rp.100 ribu - Rp.250 ribu per bulan untuk listrik yang hanya menyala paling lama empat jam dalam sehari.

Tantangan untuk melistriki pelosok negeri tidaklah sederhana. Salah satunya pengangkutan tiang-tiang listrik dengan berat 233 kg hingga 581 kg di lokasi yang minim transportasi, sehingga harus digotong dan diangkut menggunakan tenaga manusia.