INDUSTRY.co.id - Jakarta Para pemegang saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2017 bernilai total Rp36 miliar (Rp5,82 per saham).
Total dividen yang dibagikan itu mencapai sekitar 25% dari laba bersih perseroan pada 2017 yang besarnya mencapai Rp145,98 miliar, ujar Stephen Orlando, External Communication Head ROTI, dalam acara paparan publik usai RUPST di Jakarta, Jumat (11/05/2018).
Stephen mengemukakan, perseroan pada 2017 membukukan penjualan bernilai Rp2,49 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari penjualan produk roti tawar dan roti manis. Beban pokok penjualan 2017 turun 3,19% menjadi Rp1,18 triliun. Sekitar 60,6% dari beban pokok penjualan tersebut dikontribusikan oleh biaya bahan baku dan kemasan.
Laba usaha perseroan mencapai Rp257,16 miliar dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp145,98 miliar, tukas Stephen.
Kendati kondisi pasar tidak terlalu baik pada saat ini, demikian Stephen, manajemen ROTI berharap hal itu dapat berangsur-angsur membaik kembali. Karena itu, penjualan bersih perseroan tahun ini ditargetkan tumbuh 15%.
Jika dibandingkan dengan realisasi penjualan bersih pada 2017 sebesar Rp2,49 triliun, maka penjualan bersih ROTI pada 2018 ini ditargetkan mencapai sekitar Rp2,86 triliun.
Stephen mengungkapkan, perseroan pada triwulan pertama 2018 membukukan penjualan bersih Rp659 miliar, atau naik 9,4% dibandingkan periode yang sama pada 2017.
Itu artinya, penjualan bersih perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini telah mencapai 23,04% dari target setahun penuh 2018.
Marjin laba kotor pada triwulan pertama naik menjadi 54% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 49,6%. Adapun laba bersih perseroan pada periode tersebut tercatat Rp29 miliar, pungkas Stephen. (Abraham Sihombing)