INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Joko Widodo berharap adanya terobosan untuk menggalang kerja sama yang di konkret dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan yang secara geografis dekat dengan negara kita Indonesia.
"Saya yakin negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, seperti Nauru, Vanuatu, Tuvalu, Fiji, PNG (Papua Nugini), Solomon Island, Samoa, Tonga sangat terbuka untuk bekerja sama dengan negara kita dalam berbagai bidang, baik menjalin hubungan antarmasyarakat, bidang kebudayaan, bidang pendidikan seperti bantuan beasiswa, bidang ekonomi baik investasi maupun perdagangan," kata Presiden, saat memimpin Rapat Terbatas.
Presiden Joko Widodo didampingi, Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Rapat Terbatas terkait peningkatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara kawasan Pasifik Selatan di kantor Presiden Jakarta, Jumat.
Presiden ingin mengingatkan bahwa Indonesia memiliki letak geografis yang sangat strategis, di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, serta dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
"Ini yang harus betul-betul kita sadari, harus membentuk haluan politik luar negeri kita menjadi arah dari diplomasi politik dan ekonomi, serta harus betul-betul dimanfaatkan untuk kepentingan nasional kita," katanya lagi.
Kepala Negara mengungkapkan Indonesia dengan negara-negara di sekitar Samudra Hindia sudah memiliki kerja sama melalui "Indian Ocean Rim Association (IORA)", sehingga perlu terobosan yang konkret untuk negara-negara di kawasan Samudra Pasifik.
"Sudah sering saya sampaikan, kita harus mulai masuk ke pasar-pasar negara nontradisional, termasuk negara-negara kawasan Pantai Selatan ini, untuk menawarkan produk-produk unggulan industri manufaktur kita termasuk industri kelautan, perikanan dan juga industri jasa kita," kata Jokowi.
Presiden juga mengatakan bahwa potensi Indonesia di bidang konstruksi, informatika dan telekomunikasi juga bisa ditawarkan ke negara-negara tersebut.
"Saya lihat peluangnya sangat besar yang sekaligus menjadi koridor percepatan kawasan timur Indonesia," katanya.
Kunci untuk masuk ke negara-negara tersebut, kata Presiden, adalah mempererat konektivitas, baik konektivitas budaya dan ekonomi, tentu saja harus didukung oleh kelancaran konektivitas sistem transportasi Indonesia dengan negara-negara kawasan Pasifik Selatan.
Dalam rapat terbatas ini, Presiden didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para Menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Selain itu, juga hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Panglima TNI Marsekal (TNI) Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Jaksa Agung HM Prasetyo.