INDUSTRY.co.id

Advertisement

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Program Satu Juta Rumah akan tetap dilanjutkan pada tahun 2017. Karena, backlog perumahan bagi masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi maka penyediaan perumahan melalui Program Satu Juta Rumah sangat diperlukan.

Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ternyata juga diminati serta ingin dipelajari oleh negara tetangga yakni Kamboja.

Advertisement

Pemerintah Kamboja menilai Program Satu Juta Rumah merupakan salah satu bentuk terobosan yang cukup baik guna menyediakan hunian bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal tersebut diketahui melalui pertemuan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dengan perwakilan Kementerian Perekonomian dan Keuangan Kamboja yang dipimpin oleh Nong Piseth di Ruang Rapat Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Advertisement

“Kedatangan kami ke Kementerian PUPR guna mempelajari tentang regulasi dan kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendorong pengembangan perumahan salah satunya Program satu juta rumah,” ujar Nong Piseth

Pemerintah Kamboja menilai program satu juta rumah sangat baik dan diharapkan bisa dilaksanakan serta diadopsi. Pasalnya harga rumah di negara mereka cukup mahal jika dibandingkan harga rumah di Indonesia.

Advertisement

Menurut Nong Piseth, Rumah sederhana untuk masyarakat di Kamboja, kebanyakan tidak memiliki lahan terbuka dan ukuran rumah sama dengan luas tanah yang ada.  

“Kami melihat pemerintah Indonesia banyak memberikan bantuan perumahan kepada masyarakat. Kami harap bisa mengadopsi kebijakan-kebijakan yang ada di sektor perumahan tersebut seperti Program Satu Juta Rumah,” terangnya.