INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebut bahwa saat ini sudah ada tiga investor meminati pembangunan proyek kereta layang lingkar (loop line) Jakarta.
Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan tiga investor tersebut adalah perusahaan yang berasal dari Indonesia.
Menurutnya, proyek jalur kereta ini akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk meminimalisir Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Sudah ada yang menanyakan (proyek Loop LineJakarta)," katanya di Jakarta (13/4/2018).
Lebih lanjut, iaenjelaskan, saat ini pihaknya masih mengurus administrasi proyek tersebut, termasuk memasukkan proyek Loop Line Jakarta dalam Blue Book atau daftar proyek KPBU yang diterbitkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Dia menargetkan paling tidak hingga akhir tahun ini perampungan skema pembiayaan (financial close) proyek kereta ini dapat dilakukan.
BPTJ pun sudah membicarakan hal ini dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apabila semua proses berjalan sesuai rencana, proyek senilai Rp 15 triliun ini dapat dimulai pekerjaan fisiknya pada awal atau pertengahan 2019.
Bambang juga sebelumnya mematok target tahun 2020 jalur melingkar ini sudah dapat dioperasikan.