INDUSTRY.co.id - Jakarta- Produsen komponen otomotif, PT Garuda Metalindo Tbk akan membagikan dividen tahun buku 2017 sebesar Rp75 miliar atau sekitar 80,81 persen dari laba bersih tahun buku 2017 yang sebesar Rp92,813 miliar.

"Dividen yang dibagikan itu setara dengan Rp32 per saham. Perseroan selalu berkomitmen untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham," papar Presiden Direktur PT Garuda Metalindo Tbk Ervin Wijaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/4/2018)

Pada 2018, ia mengemukakan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan strategi dan kebijakan yang sudah dimulai sejak tahun 2017, yakni memperkuat pasar domestik dan pengembangan pasar ekspor.

"Pasar domestik di tahun 2018 diproyeksikan meningkat sebesar 15 persen, sedangkan untuk pasar ekspor diproyeksikan meningkat sebesar 60 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya," paparnya.

Ia mengemukakan lini bisnis steel wire and bar pada 2018 ini diproyeksikan meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan banyaknya manufaktur suku cadang otomotif dari negara asing yang membangun basis produksi di Indonesia memungkinkan permintaan cold drawn wire akan meningkat di masa depan.

Ia memaparkan pada Mei 2017 lalu, perseroan telah mengakuisisi PT Mega Pratama Ferindo (MPF), perusahaan yang bergerak di pengolahan steel wire and bar. JFE Shoji Trade Corporation yang juga sebagai salah satu pemegang saham MPF diharapkan dapat membantu penetrasi pasar ke pelanggan Jepang.

Sementara itu tercatat, laba bersih Garuda Metalindo Tbk tahun buku 2017 mengalami penurunan sebesar 14,44 persen menjadi Rp92,8 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu disebabkan karena adanya penambahan beban bunga dari proses akuisisi MPF. Diharapkan, akuisisi itu dapat memberikan keuntungan lebih besar kepada perseroan pada tahun-tahun mendatang.