Malaysia Manfaatkan Perang Dagang AS-Cina untuk Terus Tingkatkan Ekspor CPO

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 09 April 2018 - 16:35 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Malaysia akan menggunakan perang dagang yang terjadi antara Cina dan Amerika Serikat (AS) untuk terus meningkatkan permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) guna mendukung ekspor negeri jiran tersebut ke Cina.

Pihak berwenang Malaysia akan terus berupaya agar dapat memperbesar volume ekspor CPO karena komoditas strategis tersebut merupakan penghasil pendapatan yang cukup besar bagi negara tersebut.

“Pengenaan bea masuk sebesar 25% bagi produk-produk kedelai dari AS yang diberlakukan Cina mengakibatkan pasokan minyak kedelai di negeri panda tersebut berkurang, sehingga para konsumen Cina beralih mengkonsumsi CPO,” ujar Arie Nurhadi, analis riset PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Senin (09/04/2018).

Akibatnya, demikian Arie, permintaan CPO di Cina meningkat dan kondisi tersebut pada akhirnya menopang kenaikan harga CPO. Pada sesi perdagangan Jumat (06/04/2018) harga CPO di Bursa Malaysia ditutup naik ke posisi RM2.505 per ton.

Di samping kondisi seperti di atas, menurut Arie, kenaikan harga CPO di Bursa Malaysia juga ditopang oleh sentimen positif dari para pelaku pasar terhadap pemberlakuan pajak impor sebesar 25% bagi minyak kedelai yang diimpor dari AS. Padahal, langkah Cina tersebut adalah balas dendam terhadap AS yang mulai membatasi impor barang dari Cina.

Arie mengemukakan, harga CPO yang ditransaksikan pada Senin (09/04/2018) ini mencapai RM2.480 per ton. Harga tersebut muncul seiring dengan dimulainya pemberlakuan pajak sebesar 5% bagi semua pihak yang melakukan transaksi CPO di Bursa Malaysia.

“Jika dapat menembus level RM2.505 per ton, maka harga CPO diperkirakan bakal terus menguat ke level RM2.507 per ton sebelum mencapai harga tertingginya di posisi RM2.534 per ton. Akan tetapi, jika pasokan berlebih, maka harga CPO bakal tertekan ke RM2.396 per ton hingga mencapai RM2.382 per ton sebelum akhirnya terhempas ke posisi RM2.348 per ton,” papar Arie.

Sementara itu dari dalam negeri, menurut Arie, Pemerintan Indonesia siap menegosiasikan rencana Uni Eropa untuk membatasi penggunaan produk turunan CPO untuk biodiesel pada akhir April 2018 di bursa komoditas Eropa.

“Negosiasi itu akan ditindaklanjuti pemerintah. Luhut B. Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, telah menegaskan bahwa dirinya yang akan melakukan negosiasi tersebut pada 23-24 April 2018 di Brussel, Belgia,” pungkas Arie. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Waketum KADIN Shinta Sukamdani, Menperin Agus Gumiwang, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:15 WIB

Kabar Gembira...Menperin Agus Bakal Gelontorkan Stimulus Modal Kerja untuk Pulihkan Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Produsen Batubara

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:31 WIB

Industri Batubara Lesu Akibat Pasar Menyusut Terpapar Covid-19

Minimnya pergerakan ekonomi membuat industri batubara turut mengalami kelesuan dikarenakan menurunnya permintaan pasar terutama yang datangnya dari India dan Tiongkok.

Contoh proyek PT PP Persisi

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:10 WIB

Cetak Laba Rp1,2 triliun, PT PP Gelontorkan Dividen Tunai 22,5 %

PT Pembangunan Perumaha (Persero) Tbk (PTPP) berhasil catatkan kinerja positif perusahaan untuk pendapatan usaha tahun buku 2019 sebesar Rp24,65 triliun dengan laba bersih yang perseroan mencapai…

Tokok Pakaian GAP (ist)

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:03 WIB

Enggak Kuat Merugi hingga Rp13,1 Triliun, GAP Inc Terpaksa Tutup Toko

Perusahaan fashion GAP Inc, pada Kamis (5/6/2020) melaporkan kerugian yang dialaminya hingga 43% dalam penjualan kuartal I 2020 yang mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar yang dialam

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kiri) dan Direktur BCA Erwan Yuris. (Doc:BCA)

Jumat, 05 Juni 2020 - 21:12 WIB

Bikin Salut, Grup BCA Salurkan Donasi ke PERSI

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai institusi keuangan yang senantiasa di sisi masyarakat berkomitmen untuk terus mendukung berbagai tindakan penanganan COVID-19.