INDUSTRY.co.id - Jakarta – Malaysia akan menggunakan perang dagang yang terjadi antara Cina dan Amerika Serikat (AS) untuk terus meningkatkan permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) guna mendukung ekspor negeri jiran tersebut ke Cina.
Pihak berwenang Malaysia akan terus berupaya agar dapat memperbesar volume ekspor CPO karena komoditas strategis tersebut merupakan penghasil pendapatan yang cukup besar bagi negara tersebut.
“Pengenaan bea masuk sebesar 25% bagi produk-produk kedelai dari AS yang diberlakukan Cina mengakibatkan pasokan minyak kedelai di negeri panda tersebut berkurang, sehingga para konsumen Cina beralih mengkonsumsi CPO,” ujar Arie Nurhadi, analis riset PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Senin (09/04/2018).
Akibatnya, demikian Arie, permintaan CPO di Cina meningkat dan kondisi tersebut pada akhirnya menopang kenaikan harga CPO. Pada sesi perdagangan Jumat (06/04/2018) harga CPO di Bursa Malaysia ditutup naik ke posisi RM2.505 per ton.
Di samping kondisi seperti di atas, menurut Arie, kenaikan harga CPO di Bursa Malaysia juga ditopang oleh sentimen positif dari para pelaku pasar terhadap pemberlakuan pajak impor sebesar 25% bagi minyak kedelai yang diimpor dari AS. Padahal, langkah Cina tersebut adalah balas dendam terhadap AS yang mulai membatasi impor barang dari Cina.
Arie mengemukakan, harga CPO yang ditransaksikan pada Senin (09/04/2018) ini mencapai RM2.480 per ton. Harga tersebut muncul seiring dengan dimulainya pemberlakuan pajak sebesar 5% bagi semua pihak yang melakukan transaksi CPO di Bursa Malaysia.
“Jika dapat menembus level RM2.505 per ton, maka harga CPO diperkirakan bakal terus menguat ke level RM2.507 per ton sebelum mencapai harga tertingginya di posisi RM2.534 per ton. Akan tetapi, jika pasokan berlebih, maka harga CPO bakal tertekan ke RM2.396 per ton hingga mencapai RM2.382 per ton sebelum akhirnya terhempas ke posisi RM2.348 per ton,” papar Arie.
Sementara itu dari dalam negeri, menurut Arie, Pemerintan Indonesia siap menegosiasikan rencana Uni Eropa untuk membatasi penggunaan produk turunan CPO untuk biodiesel pada akhir April 2018 di bursa komoditas Eropa.
“Negosiasi itu akan ditindaklanjuti pemerintah. Luhut B. Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, telah menegaskan bahwa dirinya yang akan melakukan negosiasi tersebut pada 23-24 April 2018 di Brussel, Belgia,” pungkas Arie. (Abraham Sihombing)