Perang Dagang AS-Cina Timbulkan Sentimen Positif bagi Kenaikan Harga CPO

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 06 April 2018 - 09:18 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Langkah pihak berwenang di Cina yang memberlakukan pajak impor sebesar 25% terhadap kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) pada akhirnya memberikan sentimen positif terhadap harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia.

“Pasalnya, dengan pemberlakuan kebijakan seperi itu, maka akan terjadi kelangkaan minyak kedelai di Cina. Kondisi itu akan digantikan oleh CPO yang merupakan barang substitusi yang setara dengan minyak kedelai,” ujar Arie Nurhadi, analis riset PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Kamis (05/04/2018) petang.

Arie mengemukakan, alasan tersebut telah terbukti dengan dimana harga CPO ditutup meningkat RM18 ke posisi RM2.454 per ton pada Rabu (04/04/2018). Bahkan, harga CPO tersebut di hari yang sama sempat mencapai titik tertingginya di level RM2.478 per ton.

Seperti diketahui, Cina adalah importir kedelai terbesar di dunia serta pembeli kedelai terbesar dari AS dengan total nilai transaksi perdagangan mencapai US$14 miliar pada 2017. Cina juga merupakan pasar ekspor terbesar ketiga bagi CPO Malaysia pada 2017.

Arie menuturkan, dengan penerapan Pajak Ekspor sebesar 25% terhadap kedelai impor dari AS, maka harga kedelai di Cina akan meningkat pesat sehingga kondisi tersebut lambat laun akan menggerus permintaan konsumen terhadap kedelai maupun minyak kedelai.

“Kondisi itu menciptakan sentimen positif bagi kenaikan harga CPO karena permintaan konsumen akan beralih ke minyak sawit sebagai pengganti minyak kedelai,” tukas Arie.

Arie mengungkapkan, kenaikan harga CPO terus berlanjut hingga perdagangan Kamis (05/04/2018) kemarin, dimana CPO ditransaksikan pada level harga RM2.471 per ton. Karena itu, Arie optimistis, harga CPO ke depan dapat mencapai RM2.536 per ton.

“Akan tetapi, sebelum mencapai RM2.536 per ton, harga CPO akan terlebih dahulu menembus level harta RM2.501 per ton setelah melalui posisi RM2.472 per ton,” imbuh Arie.

Kendati demikian, menurut Arie, harga CPO Malaysia tersebut juga masih berpotensi melemah akibat berlimpahnya pasokan di pasar. Karena itu, pihak berwenang Malaysia hingga kini terus mengendalikan pasokan di pasar agar harga CPO jangan sampai menyentuh RM2.396 per ton.

“Jika harga CPO turun ke RM2.396 per ton, maka ke depannya harga tersebut akan terus tertekan hingga RM2.384 per ton, bahkan dapat terhempas hingga penurunan terdalam di posisi RM2.378 per ton,” pungkas Arie. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.