INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) semakin gencar mengembangkan bisnisnya di pasar global dengan membuka cabang di Filipina dan Nigeria.

Advertisement

"Kami masih terus menjajaki ke banyak Negara dengan memperluas wilayah pemasaran," kata Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat kepada pers di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Saat ini, progress perluasan pasar ke negara tujuan masih dalam tahap pengurusan ijin. "Jadi kami masih lakukan pendaftaran di badan POM (Pengawasan Obat Makanan) di negara sana," ungkap  Irwan.

Advertisement

Ia mengatakan, dalam mengembangkan pasar, Sido Muncul lebih mengutamakan pembuatan marketing office di banyak negara, bukan membuat pabrik di luar negeri.

"Skema bisnis tersebut lebih efisien dan efektif bagi perusahaan ini. Kami cari distributor disitu, dan buat marketing office-nya, tidak perlu pabrik disana, dari Indonesia tinggal kirim," ujar Irwan.

Advertisement

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Venancia Sri Indrijati Wijono mengatakan, porsi ekspor terhadap pendapatan SIDO saat ini masih sangat kecil yakni dikisaran 1%. Namun, kurang dari dua tahun mendatang, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul menargetkan porsi ekspor bisa mencapai 5%.

Menilik laporan keuangan kuartal III-2017, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,86 triliun. Capaian tersebut turun tipis 1,79% bila dibandingkan dengan penjualan kuartal III-2016 sebesar Rp 1,89 triliun.

Advertisement

Adapun perincian penjualan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul di kuartal III-2017, untuk produk jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 1,19 triliun atau naik 7,5% year on year (yoy). Produk makanan dan minuman menurun 17,12% menjadi Rp 599,89 miliar, sedangkan pendapatan farmasi sebesar Rp 68,53 miliar, naik 11,55% yoy. (imq)