INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah akan menggelar "Summit Stunting" sebagai upaya menguatkan kembali komitmen dalam mengatasi masalah terkait kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama dan akan berdampak pada perkembangan otaknya.
"Kegiatan akan dilakukan pada 26-28 Maret yang diikuti oleh para gubernur, bupati dan wali kota. Rencananya juga akan dibuka oleh Presiden Joko widodo," kata pelaksana teknis kegiatan dari Forum Lintas Iman dan Agama untuk Cegah Stunting, Hudallah di Jakarta, Jumat (23/3/2018)
Kegiatan yang akan digelar di Jakarta tersebut diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 37 persen atau sekitar sembilan juta balita mengalami stunting berdasarkan data Riskesdas 2013.
Hudallah mengatakan, stunting menjadi masalah bersama yang harus ditangani segera karena akan berdampak pada multisektor.
Pada tingkat individu, stunting berdampak pada terhambatnya perkembangan otak dan fisik, rentan terhadap penyakit, ketika dewasa mudah menderita kegemukan sehingga rentan terhadap penyakit termasuk penyakit tidak menular serta sukit berprestasi sehingga daya saing individu rendah.
Di tingkat masyarakat dan negara, stunting menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan angka kemiskinan dan kesakitan sehingga beban negara meningkat, ketimpangan sosial dan menurunnya daya saing dengan negara lain.
Apalagi Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2030, dimana bisa menjadi keuntungan atau bahkan sebaliknya menjadi bom waktu jika balita saat ini yang akan tumbuh sebagai generasi penerus mengalami stunting.
Menurut dia, di sejumlah kementerian dan lembaga punya anggaran untuk menangani masalah tersebut tapi diperlukan komitmen yang kuat untuk mengatasinya.
"Harus ada 'komandan' yang menggerakkan semua sektor dalam penanganan stunting," kata Hudallah.