INDUSTRY.co.id, Mentawai - Setelah kejadian video viral wisatawan yang menyelam di Nusa Penida, Bali. Kini, kembali terulang video viral yang tersebar di dunia maya tentang anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) yang diusir oleh warga asing yang merupakan salah satu pengelola resor di Kabupaten Mentawai.
Dikutip dari berbagai sumber, video viral yang sedang hangat diperbincangkan ini sudah menyebar luas di media sosial sejak Minggu (11/3/2018). Dalam rekaman video tersebut, nampak anggota DPRD tersebut adu mulut dengan pengelola resor tersebut.
Diketahui, bahwa warga asing tersebut meminta rombongan anggota DPRD Sumbar Fraksi Nasdem tersebut untuk tidak masuk ke dermaga di kawasan Aloita Resort. Warga asing tersebut nampak menghadang kapal rombongan yang akan berwisata ke Pulau Makakang, Sipora Utara.
Setelah kejadian itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menyatakan bahwa, "Saya sudah mendapat penjelasan Bupati Mentawai dan kepala dinas pariwisata. Pengelola resor sebenarnya ingin menawarkan berlabuh di pantai karena dermaga sedang dalam kondisi perbaikan, tetapi komunikasi sudah terlanjur tidak berjalan baik," katanya dikutip dari berbagai sumber, Rabu (14/3/2018).
Oni mengaku bahwa pihaknya belum bisa melakukan tindakan. "Tadi kan sudah dikatakan, bahwa saya belum tahu apa permasalahannya. Jadi saya lihat dulu apa permasalahannya. Apakah sebelumnya anggota dewan yang akan berkunjung itu sudah memberitahu pihak pengelola atau belum," ujarnya.
Oni pun juga membeberkan bahwa Aloyta Resort yang berada di Pulau Makakang itu statusnya sewa, dan bukan milik pribadi. Namun, Oni mengaku tidak tahu, bule (warga asing) dari mana yang menyewa.
Sementara, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta agar Dinas Pariwisata Mentawai bersedia untuk mengumpulkan semua pengusaha resor di sana untuk memberika pemahaman agar terbuka bagi pengunjung atau wisatawan lainnya. Ia pun juga berharap hal ini menjadi pelajaran bagi semua khususnya industri pariwisata atau pelaku uisaha agar dapat membawa nama atau "image" yang baik di destinasi daerah.