Pengamat Menilai Penetapan Harga Batubara Untuk Kelistrikan Nasional Cukup Realistis

Oleh : Hariyanto | Minggu, 11 Maret 2018 - 09:14 WIB

Tambang Batubara (ist)
Tambang Batubara (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengamat ekonomi energi dari UGM Fahmy Radhi menilai keputusan pemerintah menetapkan harga jual batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri sebesar US$70 per ton cukup realistis.

"Harga batu bara sebesar 70 dolar AS per ton itu menguntungkan kedua belah pihak yakni PT PLN dan pengusaha batu bara," katanya di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Dampak positif lanjutan dari penetapan harga batu bara sebesar US$70 per ton tersebut adalah rakyat tidak dibebani kenaikan tarif listrik hingga 2019.

Menurut Fahmy, dengan biaya produksi batu bara saat ini sekitar US$ 35 per ton, maka pengusaha batu bara masih meraup untung hingga 100% pada harga jual US$70 per ton itu.

"Sedangkan bagi PLN, harga beli US$70 per ton, masih bisa menutupi biaya produksi listrik, sehingga tidak perlu menaikkan tarif listrik yang akan membebani rakyat sebagai konsumen," katanya.

Apalagi, lanjutnya, volume batubara yang diperuntukkan bagi PLTU tersebut hanya 25% dari produksi keseluruhan. Sementara, sisanya sebesar 75% produksi batu bara nasional untuk ekspor dengan harga pasar. "Artinya, keputusan harga jual batu bara US$70 tidak merugikan pengusaha batu bara," ujarnya.

Fahmy mengapresiasi Menteri ESDM Ignasius Jonan yang sudah mengambil keputusan terbaik melalui penetapan harga batubara untuk PLTU sebesar US$70 per ton. "Tidak mudah memutuskan harga keseimbangan yang tidak merugikan kedua belah pihak," katanya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Jumat menandatangani Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Sesuai beleid baru tersebut, pemerintah menetapkan harga jual batu bara untuk PLTU di dalam negeri sebesar US$70 per ton. Harga batu bara US$70 tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2019.

Pemerintah menetapkan volume maksimal batu bara dengan harga jual US$70 tersebut sebesar 100 juta ton setiap tahun. Keputusan pemerintah itu diambil agar tarif listrik tidak mengalami kenaikan sehingga menjaga daya beli masyarakat dan juga industri.(tar)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rusun ASN Ditjen Imigrasi Kota Batam

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:31 WIB

Kementerian PUPR Resmikan Rusun ASN Ditjen Imigrasi Kota Batam

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah menyelesaikan pembangunan Rusunawa yang diperuntukan bagi Aparatur Sipil Negara…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:08 WIB

Menteri PUPR Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Rampung Maret 2020

Renovasi Masjid Istiqlal merupakan tindaklanjut perintah Presiden Joko Widodo usai menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada tanggal 30 Mei 2018 lalu.

Semen Indonesia (Agung Parameswara/Getty Images)

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:06 WIB

Semen China Masuk, Industri Semen Dalam Negeri Terancam

Jakarta - Masuknya semen dari merek prinsipal China yang diproduksi di dalam negeri ke pasaran Indonesia menimbulkan pro kontra. Pasalnya semen asal china dijual dengan harga yang lebih murah…

Joune Ganda (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 14:39 WIB

Calon Kuat Bupati Minut, Pengusaha Joune Ganda Masuk Struktur DPD PDIP Sulut

Keseriusan pengusaha muda Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda untuk membangun Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya, dan secara khusus tanah kelahirannya Minut semakin terlihat.

Joune Ganda Berharap Liga Bridge Siswa Upaya Cari Bibit Baru

Minggu, 21 Juli 2019 - 14:30 WIB

Joune Ganda Berharap Liga Bridge Siswa Upaya Cari Bibit Baru

Pelaksanaan Liga Bridge Siswa dan Mahasiswa Zona 2 Seri 1 di SMAN Airmadidi, Minut, Sabtu (20/7/2019), disaksikan langsung Ketua Gabsi Sulut, Joune Ganda.