Kemenperin Gandeng Perusahaan Jerman Garap Proyek Gasifikasi Batu Bara

Oleh : Ridwan | Sabtu, 14 Januari 2017 - 12:39 WIB

Penambangan Batu Bara di Indonesia (Ed Wray/Getty Images)
Penambangan Batu Bara di Indonesia (Ed Wray/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pengembangan usaha pada bidang gasifikasi batu bara di Indonesia sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri pupuk dan petrokimia.

Gasifikasi batu bara dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk dan metanol. Bahkan, gasifikasi merupakan salah satu energi alternatif yang bisa digunakan untuk industri.

Terkait pertemuannya dengan CEO Zemag Clean Energy Technology GmBh, Fu Minyan. Memperin mengatakan, perusahaan asal Jerman tersebut akan melaksanakan proyek percontohan fasilitas gasifikasi batu bara di Indonesia.

Mereka menyatakan ingin berinvestasi di sini untuk mengembangkan turunan dari gasifikasi batu bara," tutur Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan CEO Zemag Clean Energy Technology GmBh di Jakarta.

Pihaknya mendorong Zemag agar bisa bekerja sama dengan perusahaan lokal dalam membangun industri gasifikasi batu bara di Indonesia. Mengenai lokasi pabriknya, ditawarkan di wilayah Kalimantan dan Sumatera Selatan.

"Pengembangan industri ini di Indonesia sebenarnya masih menarik bagi investor asing di tengah perlambatan ekonomi global" tambah Politisi Golkar tersebut.

Sementara itu, Fu Minyan mengatakan, Indonesia memiliki sumber batu bara rendah kalori yang cukup besar. Hasil pertemuan dengan pihak pemerintah, menjadi masukan untuk mengembangkan investasi di Indonesia.

"Pihaknya sudah berdiskusi dengan pemerintah untuk mencari mitra lokal di Indonesia demi mengembangkan pabrik gasifikasi batu bara. Pemerintah akan bantu mencarikan perusahaan lokal di Indonesia jika investasi kami terealisasi. Teknologi yang dihasilkan, nantinya akan memberikan nilai tambah bagi industri di Indonesia" tambahnya.

Fu juga mengklaim teknologi Zemag saat ini sudah diterapkan oleh 180 pabrik pengolahan batu bara di seluruh dunia, termasuk pabrik pertama yang beroperasi sejak tahun 2000 di Jerman.

Kami memiliki teknologi untuk mengurangi kelembaban batu bara berkalori rendah, memproses batu bara menjadi briket, hingga proses gasifikasi batu bara. Pengolahan tersebut bisa menghasilkan berbagai jenis produk turunan seperti metanol, amonia, minyak, hingga gas sintetis, pungkasnya. Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menhub Budi Karya Sumadi (Foto Dok Kemenhub)

Senin, 27 Januari 2020 - 11:00 WIB

Menhub Minta Stakeholder Sektor Transportasi Antisipasi Masuknya Virus Corona ke Indonesia

Menteri Perhubungan meminta seluruh stakeholder transportasi untuk melakukan upaya-upaya antisipasi pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Senin, 27 Januari 2020 - 10:35 WIB

WWF Dorong Produsen dan Retailer Berkomitmen Sawit Berkelanjutan

Bagi Indonesia, kelapa sawit merupakan komoditi kunci yang banyak berkontribusi secara ekonomi bagi pembangunan. Oleh karena itu, isu boikot yang sering didengungkan harus dihadapi dengan mengedepankan…

Luna SIMO

Senin, 27 Januari 2020 - 10:12 WIB

Ini Luna SIMO, Smartphone Dengan Teknologi Virtual SIM Card

Teknologi ini memungkinkan Luna SIMO terhubung ke intenet tanpa perlu SIMCard dan WiFi. 

Nasabah bertransaksi di BRILink

Senin, 27 Januari 2020 - 10:12 WIB

Transaksi Agen BRILink Setahun Capai Rp 673 Triliun

Sepanjang tahun 2019, layanan branchless banking milik Bank BRI yang biasa disebut Agen BRILink mampu mencatatkan jumlah volume transaksi yang mencengangkan, yakni sebesar Rp 673 triliun. Hal…

Menteri BUMN Erick Thohir

Senin, 27 Januari 2020 - 10:09 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Mengenang Kobe Bryant

Meninggalnya Legenda Basket Kobe Bryant dalam sebuah kecelakaan Helikopter yang terjadi Minggu (26/1) di California, Amerika mengagetkan semua orang. Kepergiannya begitu mendadak. Dunia olahraga…