INDUSTRY.co.id, Jakarta - Terhitung mulai pada bulan Januari 2017 hingga Februari 2018 terlepas dari pergantian Tahun baru Imlek, tingkat isian penumpang (PLF : Passenger Load Factor) SIA Group menurut siaran pers yang diterima Industry.co.id, Rabu (21/2/2018), sepanjang bulan Januari 2018 tetap stagnan pada 81,1 persen.
Sistem angkutan penumpang (diukur dari pendapatan penumpang tiap kilometer) mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen, sejalan dengan peningkatan kapasitas (diukur dalam kilometer kursi yang tersedia) sebesar 2,4 persen.
Sistem angkutan penumpang Singapore Airlines juga tetap stagnan dibandingkan dengan tahun lalu, berlawanan dengan adanya peningkatan kapasitas sebesar 0,1 persen. Oleh karena itu, PLF sedikit mengalami penurunan sebesar 0,1 persen poin dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 81,1 persen. Kondisi persaingan tetap menantang, dengan fokus menyeimbangkan hasil pendapatan terhadap beban, di tengah tekanan persaingan.
Sementara, sistem angkutan penumpang SilkAir mengalami kenaikan sebesar 0,7 persen, sejalan dengan pertumbuhan kapasitas sebesar 4,4%. Konsekuensinya, PLF mengalami penurunan sebesar 2,6 persen poin menjadi 70,6 persen. Penurunan ini disebabkan oleh keterhambatan pada pertumbuhan lalu lintas menuju Cairns, Male dan Kathmandu, serta keterhambatan minat untuk penerbangan Denpasar dan Lombok yang dipengaruhi oleh letusan Gunung Agung.
Scoot mencatat pertumbuhan sistem angkutan penumpang sebesar 12,6 persen, melebihi ekspansi kapasitas sebesar 10,9 persen. Oleh karena itu, PLF meningkat sebesar 1,3 persen poin menjadi 85 persen. PLF pada rute tertentu ke Thailand, India, Australia, serta rute fifth freedom menuju Asia Utara terus mengalami peningkatan.
Secara keseluruhan, tingkat isian kargo (CLF : Cargo Load Factor) berada 0,4 persen poin lebih tinggi, dengan peningkatan lalu lintas kargo (diukur dalam kilometer-ton-angkutan) sebanyak 4,5 persen lebih tinggi dari peningkatan kapasitas sebesar 3,9 persen. CLF mengalami peningkatan di seluruh wilayah, kecuali Amerika dan Eropa, seiring dengan permintaan melebihi perubahan kapasitas.