INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, capaian sektor perumahan dalam 3 tahun terakhir (2015-2017) adalah pembangunan rumah sebanyak 2,4 juta unit, dimana 15%-nya mandapat stimulan pendanaan dari APBN.
“Tahun 2015-2017 telah terbangun sebesar 2.490.378 unit dengan rincian pada tahun 2015 sebanyak 699.570 unit, tahun 2016 sebanyak 881.102 unit dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit," ungkap Menteri Basuki akhir pekan lalu.
Capaian tersebut didominasi oleh pembangunan rumah bagi MBR sebesar 75% sebanyak 679.770 unit dan rumah non-MBR sebanyak 224.988 unit.
Dikatakan Menteri Basuki salah satu tantangan dalam melaksanakan Program Satu Juta Rumah (PSR) adalah ketersediaan dan harga tanah yang sangat tinggi.
Akibatnya, pengembangan pembangunan rumah tapak untuk MBR, lokasinya berada jauh di pinggiran kota dengan akses transportasi terbatas. Oleh karenanya pembangunan Rusun di perkotaan dan sekitarnya terus di dorong.
Pemerintah Pusat bersama dengan Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan, Perbankan, dan pemangku kepentingan lainya berupaya meningkatkan pasokan dan kemudahan akses kepada masyarakat untuk memiliki rumah melalui Program Satu Juta Rumah.
Untuk mewujudkan tercapainya program tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk memangkas perijinan perumahan baik di Pemerintah Pusat maupun yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.
Salah satunya melalui Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang Perumahan untuk MBR dan diikuti terbitnya Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah pada 29 Desember 2016.