INDUSTRY.co.id -Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang BUMN, Adisatrya Sulistio mengatan perlunya sinergi Badan Usaha Milik Negara dan Swasta untuk menghadapi persaingan secara global dan untuk menghindari adanya permasalah praktik monopoli dalam dunia usaha.

"BUMN dan pelaku swasta perlu segera bersinergi agar dapat memenangkan persaingan dengan negara lain. Dan juga menghindari adanya praktik monopoli," ujar Adisatrya dalam Rakornas Kadin Bidang BUMN di hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (24/11/2016).

Ia pun menilai, sesuai amanat UU Nomor 19 tahun 2003, BUMN didirikan pemerintah untuk mengelola cabang-cabang produksi sumber kekayaan alam yang strategis dan menyangkut hidup orang banyak.

" Kami tentu akan berbangga jika negara memiliki BUMN yang besar, kuat dan sehat. Namun, pemerintah juga harus mempertimbangkan keseimbangan, keberlanjutan sektor usaha yang dimiliki swasta," jelas dia

seperti yang telah diketahui, langkah awal holding BUMN ini mencangkup sektor tambang, minya dan gas (migas), infrastruktur, keuangan, perumahan, dan pangan. Langkah tersebut diambil pemerintah untuk mempercepat realisasi nilai dan visi BUMN untuk mengelola bisnis berskala internasional dan memainkan peran sebagai pelaku bisnis global.

Terlebih dengan adanya program amnesti pajak, didorong untuk menyerap dana yang ada untuk pembangunan di dalam negeri. "Kami tentu akan berbangga jika negara memiliki BUMN yang besar, kuat, dan sehat. Namun, pemerintah juga harus mempertimbangkan keseimbangan, keberlanjutan usaha di sisi swasta, agar BUMN dan swasta tidak saling mematikan satu sama lain," ujarnya.