INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bursa saham di Indonesia dimintai waspada terhadap perbaikan arah ekonomi Amerika Serikat. Pasar saham melemah namun pasar obligasi bergairah. Meskipun ekonomi Indonesia turut ditopang ekonomi dunia terutama Amerika Serikat.
Chairul Tanjung pengusaha nasional mengatakan, alasan waspada karena bursa Amerika akan terkoreksi yang juga mempengaruhi bursa saham di Indonesia.
"Pengaruh cepat karena Fed rate mulai naik, yield suku bunga AS dekati 3%. Ada norma di pasar AS, kalau yiedl lebih 3%, akan swing dari bursa saham ke obligasi, oleh karena pasar percaya akan terkoreksi, maka akan berpengaruh ke asia dan dalam negeri," kata dia di Jakarta, Kamis (9/2/2018).
Dia menilai dengan yield AS naik maka mata uang dolar akan menguat. Imbasnya mata uang lainnya termasuk rupiah terkena imbasnya, melemah.
"Dengan naik yield dolar akan kuat, mata uang lain melemah. Tantangan kita perkuat curency ini tantangan jangka pendek," katanya.