INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  diperkirakan IHSG akan bergerak mixed kembali mencoba break out resistance MA5 dengan range 6505-6590.

Advertisement

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA, ANTM, ASRI, BBNI, CPIN, JSMR, KLBF, MAPI, SMGR, INAF.


"Secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada level MA20 dengan pulled back MA5 sebagai resistance. Indikasi penguatan lebih lanjut cukup rendah melihat pergerakan Indikator stochastic dan RSI yang tergolong jenuh di middle oscilaltor," kata dia di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Advertisement

IHSG (+0.87%) menguat 56.33 poin dilevel 6534.87 dipimpin penguatan sektor Konsumer (+1.32%), Trading (+1.16%) dan Property (1.06%). Saham IKAI (+8.74%), INAF (+3.82%) dan  INDF (+3.59%) menjadi leader penguatan. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5.3% dengan inflasi tetap sekitar 3.5% menjadi sentimen positif pendorong. Rupiah sedikit berubah sedangkan Yield obligasi 10th turun 1bps. Investor asing masih tercatat net sell 469.03 Miliar rupiah.

Ekutias di Eropa dibuka mayoritas menguat. Indeks Eurostoxx (+0.62%), FTSE (+0.35%) dan DAX (+0.50%) menuju kenaikan pertama dalam delapan hari pasca pelemahan yang di picu kenaikan imbal hasil obligasi dan prospek inflasi dan kebijakan moneter yang semakin ketat. Turunnya data Industrial Productions di German -0.6% dari 3.1% diperiode sebelumnya menjadi penahan laju penguatan. Harga minyak WTI menguat seiring spekulasi penurunan cadangan minyak di AS yang akan rilis hari ini.

Advertisement


Mayoritas indeks saham di Asia ditutup bervariasi. Dimana indeks saham Nikkei (+0.16%) dan TOPIX (+0.37%) dijepang ditutup menguat sedangkan Hangseng (-0.89%) dan CSI (-2.3%) ditutup melemah. Pergerakan ekuitas di Asia cenderung terkonsolidasi dengan diawali optimisme yang luar biasa melihat reboundnnya bursa saham di AS.

 

Advertisement