INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ekonomi digital terus mengalami perkembangan signifikan, bahkan membuat seluruh orang kini memiliki peluang yang sama untuk berdagang, tak terkecuali produk impor.
Menurut Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia idEA sekaligus CEO Blanja.com, Aulia E. Martino, yang paling penting saat ini seberapa kuat produk lokal bisa bersaing dengan produk-produk impor yang menembus pasar e-commerce di Indonesia.
"Jangan kita abaikan bahwa kita juga merasa butuh mereka (produk asing), tapi lebih bagaimana membawa produk lokal kita bisa bersaing lebih cepat," katanya dalam keterangan resminya, Senin (5/2/2018)
Menurutnya, produk impor yang ada di e-commerce pun juga datang dari toko offline yang kini juga merambah pasar digital untuk menjual dagangannya lebih masif. Sehingga permasalahannya bukan pada marketplacenya, tetapi lebih kepada bagaimana produk lokal bisa ditingkatkan daya saingnya.
"Jangan buang energi kita hari ini mengenai produk impor yang ada di e-commerce. Mari buang energi kita untuk bicarakan produk lokal yang di e-commerce. Karena produk impor yang ada di e-commerce itu datangnya dari produk offline yang sudah ada di toko-toko," sambungnya.
Peningkatan daya saing pun tak bisa hanya bertumpu pada satu instansi saja. Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Samuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan, ekonomi digital mempunyai cakupan yang sangat luas.
Sehingga agar para pengusaha lokal atau UMKM juga bisa bersaing di era tersebut, perlu ada pendampingan yang tertata baik dan teratur dari sejumlah instansi terkait sebagai upaya pendampingan.
"Kalau saya pikir ini wakeup call. Investor lokal kita pun harus berpikir dan menyadari seberapa besar ekonomi digital ini sudah menggerakkan ekonomi kita. Saya justru mendorong investor lokal ini harus bergerak lebih masif lagi," pungkasnya.