INDUSTRY.co.id - Jakarta-Koperasi Syariah 212 membuka gerai 212 Mart ke 82 di Duren Sawit. Dana yang diinvestasikan dari 403 anggota Koperasi ini mencapai Rp793 juta. Target sampai akhir Desember 2018, gerai 212 Mart dapat mencapai 300 gerai.
Dr Irfan Syauqi Beik, Sekretaris Umum Koperasi Syariah 212 menyatakan bahwa 212 Mart Duren Sawit ini adalah gerai yang ke 82. Akhir bulan ini gerai 212 Mart ada 98. “Desember 2018 bisa mencapai 300 gerai,” jelas Dosen IPB ini di Jakarta, Sabtu (3/2/2018).
Menurut Irfan potensi umat ini luar biasa. Kebangkitan ekonomi umat ini bisa diarahkan. “ Yang miskin mayoritas Islam,” paparnya.
Bisnis ekonomi syariah ini luar biasa. “Seperlima umat berzakat maka berkumpul 200 triliun,” kata Irfan.
Pakar ekonomi syariah menjelaskan bahwa untuk membuat pusat distribusi -melayani gerai 212 Mart – dibutuhkan dana 50 miliar. Ia mengharapkan bahwa masyarakat mulai mengembangkan produk-produk yang kreatif untuk mengisi gerai ini. I
Ustadz Cacan Sumantri, Ketua Koperasi Syariah 212 Duren Sawit menyebutkan modal pembentukan toko di Duren Sawit sebanyak Rp793 juta.
“Kita buka paket pilihan untuk anggota dan dana berhasil kumpul 57 juta. Target kita dalam grand opening ini terkumpul 100 juta,” kata Ustadz Cacan.
Ia juga menyatakan bahwa dibentuknya Toko 212 Mart ini adalah untuk menumbuhkan ukhuwah dan menyebarkan syariah.
Selain itu dalam acara pembukaan toko ini juga dilakukan santunan anak yatim sebanyak 260 orang.
Sementara itu Ustadz Muhaimin Yahya, Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Jakarta Timur menyatakan bahwa pembentukan 212 Mart ini adalah untuk memelihara semangat 212 dengan membangun ekonomi umat.
Yahya menjelaskan bahwa komunitas syariah ini terbentuk dari 29 masjid di Duren Sawit dan 3 masjid di Klender. Ia menyatakan bahwa penting untuk umat Islam bersatu dengan mengakumulasi dana untuk pengembangan ekonomi umat. “Mereka (komunitas ini) lillahi taala,” terangnya.
Ustadz Yahya meminta agar komunitas dalam koperasi ini bisa terus komitmen untuk gerai ini. “Mungkin gerai kita nggak sekomplit dengan yang lain dan harga nggak kompetitif dengan yang lain. Kita minta pengorbanan,”jelasnya.