INDUSTRY.co.id, Jakarta -Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menjalin kerjasama dengan Australia dalam forum Indonesia-Australia Digital Forum (IADF) untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi digital.

Advertisement

“Forum ini merupakan bagian dari program Indonesia Unicorn.  Saya yakin sebelum akhir tahun ini akan ada perubahan signifikan antara Indonesia dan Australia di bidang digital.” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada acara Indonesia-Australia Digital Forum (IADF) 2018  di Hotel Fairmont, Kamis (1/2/2018).

Menkominfo dalam sambutannya di opening plenary mengungkapkan bahwa Australia sebagai negara terdekat memiliki peluang dari digital space di Indonesia.”Peluang bagi Australia sesungguhnya datang dari lapisan berikutnya, yaitu lapisan aplikasi, lebih dari 10 persen investasi berasal dari digital space.” ujar Rudiantara.

Advertisement

Di sektor digital Kementerian Kominfo menerapkan kebijakan yang memudahkan bagi perusahaan startup.

“Bahkan untuk startup mereka tidak diwajibkan untuk meminta izin dari pemerintah. Hanya perlu mendaftar, sehingga jika pemerintah memiliki program insentif untuk sta Indoensia memiliki 4 unicorn di digital space.” Jelas Chief RA

Advertisement

Saat ini Kementerian Kominfo bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif memulai program Nexticorn, dimana objektifnya untuk menjaring para investor untuk menanamkan modalnya.

 “Banyak pemodal asing yang ingin invest tapi mereka tidak tahu siapa startup yang mau dibiayai. Mungkin ada ratusan, ribuan startup, tapi tidak tahu siapa. Makanya pemerintah dan ekosistem melalui program ini membantu memprovide komunikasi antara potential investor dan startup, kita bisa tahu mereka siapa dan usahanya apa.” tambah Menkominfo.

Advertisement

Sementara, Menteri Pelayanan Sosial dan Menteri Pembantu Perdana Menteri Bidang Transformasi Digital Michael Keenan mengatakan bahwa Indonesia dan Australia memiliki kesamaan dalam bidang strategis, tantangan, maupun peluang untuk terus membangun kerjasama ekonomi.

Salah satu peluang dan tantangan tersebut adalah dengan memanfaatkan kekuatan teknologi digital untuk mengubah cara dalam menjalani keseharian, melakukan pekerjaan, maupun berbisnis.

“kita harus belajar dari satu sama lain, termasuk kesuksesan maupun kegagalan masing-masing.” jelas Keenan.