Sabuk Konveyor Batu Bara Segera Dibangun di Sumatera Selatan

Oleh : Herry Barus | Selasa, 10 Januari 2017 - 10:33 WIB

Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk
Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk

INDUSTRY.co.id - Dewan Pembina Asosiasi Perusahaan Tambang Batu Bara Sumatera Selatan Andi Asmara mendukung rencana pemerintah membangun sabuk konveyor untuk mengatasi persoalan transfortasi yang sudah menahun.

"Selama ini, proses pengangkutan hanya dapat dilakukan dengan menggunakan truk lantaran belum tersedianya fasilitas transportasi untuk pengangkutan batu bara memadai, dan ini jelas tidak efektif," kata Andi kepada Antara  di Palembang, Senin (9/1).

Ia mengatakan, pengangkutan batu bara dengan menggunakan truk terbukti tidak efektif karena membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga proses pengangkutan tidak optimal.

Selama ini truk batu bara yang melewati jalan umum dibatasi aktivitasnya dari pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Kondisi ini telah menghambat proses distribusi yang berakibat pada perusahaan batu bara swasta di Sumsel hanya bisa mengangkut sekitar empat juta ton, jauh dari prediksi produksi di awal tahun yakni sekitar 10 juta ton batu bara per tahun.

"Banyak dari perusahaan tersebut belum menggunakan kereta batu bara rangkaian panjang (babaranjang), karena proses administrasi yang cukup sulit. Sementara, dua jalur khusus angkutan batu bara yang tengah dibangun diperkirakan baru selesai pada 2018," kata dia.

Pembangunan jalan khusus juga terkendala masalah pasang surutnya air sehingga pembangunan tertunda.

"Dengan pembangunan "belt conveyor" diharapakan produksi sejumlah perusahaan batu bara dapat meningkat dari yang semula hanya empat juta ton menjadi 21 juta ton per tahun. Hal ini tentu akan mendorong perekonomian di Sumsel," kata dia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berencana membangun belt conveyor sepanjang 213 kilometer dari Kabupaten Lahat menuju Pelabuhan laut Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin untuk memudahkan mengangkut batu bara.

Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan Aries Syafrizal mengatakan, pembangunan belt conveyor ini untuk mengatasi permasalahan angkutan yang terjadi dari tahun ke tahun dalam penyaluran batu bara.

"Saat ini pemerintah tengah membahas rincian pembangunan belt conveyor dengan pihak investor yakni PT Tanah Laut Tbk," kata dia. (Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Rabu, 22 Januari 2020 - 10:20 WIB

Bupati Bekasi Komitmen tak Terjadi Disfungsi Lahan Pertanian

Bupati Bekasi, Jawa Barat, Eka Supria Atmaja mendukung sikap Mentan Syahrul Yasin Limpo yang meminta agar pelaku alih fungsi lahan pertanian dipidanakan.

Meikarta Siapkan Fasilitas Hidup Generasi Milennial

Rabu, 22 Januari 2020 - 10:00 WIB

Meikarta Siapkan Fasilitas Hidup Generasi Milennial

Meikarta hidupkan tahun 2020 dengan semangat baru melalui hadirnya jajaran manajemen dan logo baru. Keduanya melambangkan optimisme Meikarta untuk terus bergerak maju dan berkembang membangun…

World Bank (Foto Ist)

Rabu, 22 Januari 2020 - 09:29 WIB

Bank Dunia Apresiasi Perkembangan Standar Akuntansi dan Audit Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan sebagai koordinator Tim Kerja Nasional penerapan standar internasional akuntansi dan audit Indonesia menyampaikan bahwa Bank Dunia telah menerbitkan hasil penilaiannya…

AP I dan Pelita Air Service Tingkatkan Kerja Sama

Rabu, 22 Januari 2020 - 09:00 WIB

AP I dan Pelita Air Service Tingkatkan Kerja Sama

PT Angkasa Pura Logistik, anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), menandatangani kerja sama sewa pesawat dengan PT Pelita Air Service untuk mendukung peningkatan konektivitas dan distribusi…

Jakarta-Potensi perbenihan Nusa Tenggara Barat (NTB) sangatlah besar. Berbagai jenis benih pangan dapat diproduksi disini.

Rabu, 22 Januari 2020 - 08:36 WIB

Komisi IV DPR RI: NTB Mampu Menjadi Lumbung Benih Nasional

Jakarta-Potensi perbenihan Nusa Tenggara Barat (NTB) sangatlah besar. Berbagai jenis benih pangan dapat diproduksi disini.