INDUSTRY.co.id, Agra - Salah satu keajaiban dunia, Taj Mahal menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke India. Taj Mahal adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shāh Jahān, anak Jahangir, sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum, yang juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal.
Namun, saat ini pihak berwenang membatasi jumlah pengunjung yang berkunjung ke Taj Mahal Dikutip Industry.co.id dari travelandleisure, Jumat (5/1/2018), pembatasan ini dilatar belakangi karena ada lima wisatawan yang terluka dalam penyerbuan di Taj Mahal. Kemudian, pihak berwenang membatasi jumlah pengunjung yang bisa memasuki makam dunia yang terkenal setiap harinya.
Kejadian ini berlangsung pada 28 Desember 2017 lalu, penyerbuan berbahaya terjadi menjelang pintu keluar pada waktu penutupan monumen. Dan, setelah kejadian tersebut pihak Survei Arkeologi India (organisasi yang mengoperasikan monumen tersebut) mengumumkan bahwa hanya 40 ribu pengunjung India yang diizinkan memasuki kompleks Taj Mahal setiap harinya.
"Kami harus memastikan keamanan monumen dan pengunjung juga," katanya dikutip dari travelandleisure, Jumat (5/1/2018).
Taj Mahal telah menjulang di Agra sejak abad ke-17 ketika kaisar Mughal Shah Jahan memerintahkan penciptaannya untuk mengenang istrinya yang meninggal saat melahirkan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang membengkak telah mengancam masa depan bangunan tersebut.
Pada tahun 2011, sekelompok preservationists memperingatkan bahwa monumen tersebut dalam bahaya dan akan runtuh dalam waktu lima tahun. Menurut kelompok tersebut, bangunan marmer mulai menunjukkan retakan pada tahun 2010 dan pondasi kayunya mengikis. Karena, efek hujan asam dari pabrik terdekat yang ada di fasad mausoleum.
Diketahui, Taj Mahal menarik sekitar 8 juta pengunjung setiap tahun, rata-rata 22 ribu setiap hari.