INDUSTRY.co.id - Bekasi – Apartemen dengan konsep Smart Living in Urban City hadir di Kota Bekasi. Proyek bernama Midpoint Residence tersebut terletak di perbatasan lengkung kota Jakarta Utara & Jakarta Timur.
Tepatnya dekat pintu Kota Harapan Indah Bekasi. Karena itu, meski masuk di wilayah Kota Bekasi, posisi apartemen yang berada dekat dengan kawasan industri ini cukup strategis dalam mendukung mobilitas penghuninya.
Rizzky Pratama selaku Projecy Sales & Marketing Advisor Grand Satria City selaku pengembang Midpoint Residence mengatakan, Midpoint Residence menyediakan fasilitas penunjang untuk aktivitas sehari hari bagi Executive Muda dan Generasi Milenial.
“Penghuni hanya akan butuh waktu sekitar 10 menit untuk mengakses tol Cakung Barat, jika ingin masuk pintu tol Bekasi Barat hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Selain itu, jika ingin menaiki transportasi lain seperti KRL, anda hanya menempuhnya dengan 5 menit untuk sampai di stasiun Kranji dan hanya 10 menit untuk tiba di Stasiun Bekasi. Sementara bagi pengguna Busway atau Trans Jabodetabek, hanya butuh waktu 3 menit untuk sampai ke halte,” ujarnya saat acara Media Gathering di lokasi proyek apartemen tersebut, Selasa, (12/12/2017).
Selain lokasi, nilai jual (selling poin) dari proyek yang akan berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektere tadi adalah PTPP (Persero) yang akan berperan sebagai kontraktor utama proyek. Badan Usaha Milik Negara ini dipilih karena pengembang menganggap PTPP memiliki reputasi dan sangat ahli dalam mengerjakan bangunan-bangunan tinggi. “Semua orang tahu proyek-proyek yang dikerjakan PTPP memiliki kualitas bangunan yang baik,” ujar Rizzky.
Rizzky mengatakan, pada Midpoint Residence pihaknya mengaokasikan 80% unit pada tipe studio, 20% sisanya tipe dua kamar. Rencananya pengembang akan membangun dua tower, masing-masing tower terdiri dari 1000 unit. Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp 1 triliun dengan masa kontruksi sekitar empat tahun.
“Kami bangun dulu satu tower, bila serapan pasar baik akan langsung kami bangun tower kedua,” ujar Rizzky.
Berdasarkan rencana, posisi apartemen akan berada di atas trade centre yang menjadi bagian dari proyek tersebut. Selain itu, di lokasi tadi pengembangan juga membangun sejumlah ruko.
Rencananya pengembang dan PTPP selaku kontraktor utama proyek akan menandatangani perjanjian kerjasama pada Januari 2018. Selanjutnya pengembang akan menggelar pemilihan unit kepada para pemesan pada Maret – April 2018. Adapun acara groudbreaking dijadwalkan pada Juni 2018.
Masyarakat yang berminat memiliki unit apartemen ini sudah bisa memesannya saat ini, dan pengembang memberikan harga khusus sebesar Rp 199 juta bagi 300 pembeli pertama. Promo ini menurut Rizzky hanya berlaku sebelum penandatanganan MoU dengan kontraktor utama pada Januari 2018 mendatang.
Harga promo tadi menurut Rizzky ditawarkan pada unit tipe studio. Sementara untuk tipe dua kamar ditawarkan dengan harga mulai Rp 399 juta. Meski begitu Rizzky menjamin, setelah periode promo, konsumen yang berminat bisa mendapatkan unit apartemen dengan harga di bawah Rp 300 juta untuk tipe studio.
Mengusung beberapa keunggulan tadi, pengembang Midpoint Residence yakin proyek yang ditawarkan akan diminati masyarakat terutama para generasi milenial dan kalangan eksekutif muda. “Apartemen ini memang menyasar kalangan generasi milenial. Karena itu kami menyiapakan fasilitas unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan target pasar tersebut,” ujar Marlene, Salas & Agent Coordinator Midpoint Residence.
Marlene mengatakan tujuh fasilitas unggulan yang menjadi andalan Midpoint Residence yaitu kolam renang anak dan dewasa, sky garden, jogging tract, multifanction room, acces card, CCTV & security 24 jam, serta smart living system.
Sementara fasilitas yang disediakan bagi kalangan muda yang menjadi target dari apartemen ini antara lain co working space, barbeque area, hot and cool poll, yoga room dan coffee shop.