INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong sinergi antara industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri besar dalam mengembangkan komponen industri otomotif dalam negeri.
Sebelumnya, Kemenperin telah memfasilitasi sebanyak 70 IKM komponen otomotif yang berasal dari sentra pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok Agen Pemegang Merek (APM).
Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, IKM komponen otomotif merupakan salah satu mata rantai dalam siklus bisnis industri kendaraan di Indonesia. Sinergi yang baik antara industri besar dengan IKM komponen otomotif akan mendorong pula pada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan kemauan yang kuat dari semua pihak dan stakeholderterkait untuk bersama-sama mendorong IKM yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan," ujar Gati Wibawaningsih di Jakarta (12/12/2017).
Ia menambahkan, industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas utama, baik dalam sisi pembinaan maupun industri-nya itu sendiri. Kalau dilihat bahwa peluang dan pasar-nya banyak sekali. "IKM komponen otomotif sudah banyak yang buat, namun kendalanya memang susah cari pasar. Kalau pasarnya ada, semua teman-teman IKM itu bisa," terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini IKM tidak tahu dan berani untuk datang sendiri ke industri besar, sekarang kita fasilitasi. "Memang pemerintah harus turut serta dalam memfasilitasi pertemuan industri besar dan IKM. Setelah pertemuan, nanti kita kembangin lagi programnya, kita perbaiki mesin-mesinnya, anggaran testrukturisasi kita besarin, permodalan saluran KUR kita naikan lagi," ungkap Gati.
Gati menegaskan, IKM komponen otomotif dalam negeri sebenarnya sanggup untuk mensupport industri otomotif nasional. Namun, hanya satu permasalahannya yaitu standarisasi. "Kita harus lebih sering memberikan pendampingan untuk IKM, karena sebagian besar mentalnya itu sendiri masih berubah-ubah," imbuhnya.
Terkait target, Gati mengungkapkan, target tahun depan 300 IKM dan industri besar dalam program Link and Match. Secara total anggaran untuk IKM tahun depan mencapai Rp12 miliar. Sedangkan anggaran IKM untuk sektor otomotif tahun 2018 sebesar Rp4 miliar.
"Dalam perjalanannya tidak menutup kemungkinan kita revisi anggarannya, karena ini merupakan salah satu program yang ada di e-smart IKM yang juga sedang kita fokuskan pengembangannya," tutup Gati.