INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono mengapresiasi penyelenggaraan Festival Teater Jakarta (FTJ) 2016 oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
"Aktivitas kebudayaan seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan," kata Soni ketika membuka FTJ 2016 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (21/11)
Dia berharap penyelenggaraan FTJ 2016 dapat memberi kontribusi bagi perkembangan minat generasi muda pada dunia teater dan merangsang tumbuh kembang seni teater menjadi semakin berkualitas dan menghasilkan pemain-pemain profesional.
"Saya memang berupaya mendorong berkembangnya kebudayaan dan kesenian. Sebagai buktinya peraturan gubernur yang pertama kali diteken adalah mengenai kebudayaan," ucap Soni.
Ketua DKJ Irawan Karseno mengatakan kegiatan kesenian dan kebudayaan yang diselenggarakan DKJ sejak didirikan pada 1968 tidak pernah lepas dari peran pemerintah daerah.
"Saya kira selain Korea Selatan yang dikenal baik dalam hal kerja sama pemerintah dan kegiatan seni budaya, Jakarta juga diharapkan dapat seperti itu," kata Irawan, yang juga merupakan seorang pelukis.
FTJ 2016 mengambil tema "Transisi" dan berlangsung selama 19 hari dari 21 November sampai 9 Desember dengan partisipasi dari 26 grup teater.
Tema "Transisi" dipilih sebagai upaya untuk melepas batas antara tradisi dan modern mengingat pelaku seni pertunjukan teater sering kali terjebak dalam pemilihan bentuk teater yang ekstrem, misalnya memilih berkesenian teater modern dan meninggalkan teater tradisional.
"Transisi" juga menjadi visi DKJ untuk mengubah citra orientasi Festival Teater Jakarta.
Menurut Ketua Komite Teater DKJ, Afrizal Malna, penyelenggaraan FTJ belum bisa beranjak dari anggapan sekadar festival lomba.
Afrizal mengatakan pihaknya ingin FTJ dapat lebih sekadar lomba, yaitu menjadi seni pertunjukan yang mampu merespons kondisi lingkungan sekitarnya.
Penyelenggara festival tersebut adalah Komite Teater DKJ bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Ekonomi Kreatif.
FTJ pada awalnya bernama Festival Teater Remaja Jakarta dan mulai bergulir pertama kali pada 1973 dan diprakarsai oleh Wahyu Sihombing dari Komite Teater DKJ.
Festival tersebut bertujuan membina secara simultan kelompok-kelompok teater dalam jangkauan dua aspek pokok, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif.
Untuk mencapai sasaran tersebut, FTJ merumuskan konsep tematik berdasarkan ketetapan Komite Teater DKJ dengan mempertimbangkan aspirasi asosiasi perteateran dari wilayah kota administrasi se-DKI Jakarta.(Ant/hrb)