INDUSTRY.co.id -Jakarta, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto berpandangan bahwa Indonesia dalam proporsi ekonominya dapat dikategorikan sebagai sebuah negara industri.

Advertisement

Pasalnya, sektor industri merupakan kontributor terbesar bagi perekonomian nasional dengan sumbangannya mencapai lebih dari 30 persen.

Menurutnya, sesuai kesepakatan di World Economic Forum, aktivitas industri dinilai sebagai sebuah proses yang terjadi di dalam dan luar pabrik. Bahkan, sampai ke konsumen membuat produk daur ulang.

Advertisement

"Hingga Agustus 2017, penyerapan tenaga kerja di sektor industri sebanyak 17,01 juta orang atau 14,05 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, kontribusi pajak dari sektor industri mencapai Rp224,9 triliun," ungkap Airlangga melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (2/12/2017).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja industri pengolahan non-migas pada triwulan III tahun 2017 tumbuh sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,06 persen.

Advertisement

Capaian ini ditopang oleh subsektor industri yang mengalami pertumbuhan tinggi, antara lain industri logam dasar sebesar 10,60 persen, industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan sebesar 6,35 persen, serta industri alat angkutan 5,63 persen.

Menperin menambahkan, potensi pasar ekspor saat ini masih cukup luas. Oleh karenanya, industri nasional perlu didorong untuk mengkombinasikan tujuan pemasaran produknya, selain membidik pasar domestik.

Advertisement

"Pemerintah tengah berupaya menyelesaikan perjanjian-perjanjian internasional agar produk lokal yang kita andalkan untuk ekspor tidak terganggu," tegasnya.

Di samping itu, Menperin melihat proses manufaktur di ASEAN semakin terhubung dengan rantai nilai dan rantai pasok di dunia serta aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan.

"Kami meyakini ASEAN pada dekade selanjutnya dapat menjadi wilayah yang memimpin menjadi future of production, dengan basis internet of everythingsabagai infrastruktur utamanya," ungkapnya.

Menperin optimistis target tersebut bisa terwujud karena ASEAN memiliki potensi yang kuat untuk mencapainya, dengan keunggulan besar yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi regional yang stabil dan persentasenya lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi dunia.

"ASEAN didukung oleh beberapa faktor enablerlainnya, seperti populasi penduduk usia muda, kelas menengah yang tumbuh, infrastruktur digital berkembang, transformasi industri kecil dan menengah ke arah digital, serta konektivitas antar manusia," paparnya.