BEI Berharap IPO Anak BUMN Tawarkan Diskon

Oleh : Herry Barus | Selasa, 14 November 2017 - 06:27 WIB

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistito (indonesianindustry.com)
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistito (indonesianindustry.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan anak usaha BUMN yang akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dapat mempertimbangkan untuk memberi diskon harga kepada investor.

"Kasih diskon 20 persen biar investor raih untung (capital gain), jangan harga maksimum terus ditambah," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Senin (13/11/2017)

Ia mengatakan bahwa penjamin emisi (underwriter) dapat memberikan saran agar hasil kalkukasi harga maksimal dari IPO anak usaha BUMN diberikan diskon sekitar 20 persen untuk kepentingan investor.

"Di luar negeri seperti itu, salah satu tujuan IPO BUMN selain memperkuat industri adalah memperkuat pasar modal lokal. Kalau perlu pembeli IPO-nya hanya rakyat Indonesia," katanya.

Menurut dia, pembeli saham anak usaha BUMN hanya untuk rakyat Indonesia dapat diatur oleh otoritas pasar modal, praktik seperti itu lazim di luar negeri dalam rangka memperkuat investor lokal.

Melalui skema itu maka lembaga dana pensiun dapat lebih meningkatkan kinerjanya sedangkan investor asing dapat membeli pada pasar sekunder.

"Apabila yakin perusahaan bagus, perlu berani memberikan saham anak usaha BUMN kepada investor lokal," katanya.

Tito Sulistio juga mengatakan bahwa pelaksanaan IPO BUMN maupun anak usaha tidak menunggu ketika kondisi pasar sedang mencatatkan kinerja positif. Namun sebaliknya, dengan IPO BUMN pasar modal Indonesia akan bagus.

Ia menyarankan bagi anak usaha BUMN yang berencana IPO 2018 dapat melaksanakannya pada periode Januari hingga Maret 2018. Pasalnya pada tahun 2018 akan ada potensi penarikan dana dari sistem perbankan seiring pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada 117 daerah pada Juni.

Ia memperkirakan total biaya pemerintah untuk pelaksanaan Pilkada mencapai Rp17-Rp20 triliun. Di saat hampir bersamaan, atau pada Maret tahun 2018 juga akan ada penarikan pajak, maka akan ada dana yang tertarik dari industri keuangan.

"Saya sarankan anak BUMN yang bakal IPO di 2018 mendatang dapat dilaksanakan pada Januari, Februari, dan Maret, agar dapat menyeimbangkan dana yang tertarik dari sistem perbankan," katanya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengemukakan sekitar 10 anak usaha BUMN akan melaksanakan IPO pada 2018.

"Kalau dibilang 10 perusahaan, ada. Untuk tahun ini ada empat anak usaha BUMN yang melaksanakan IPO," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kebun sawit (Foto Dok Tribunnews)

Senin, 20 Mei 2019 - 15:30 WIB

Hadapi UE, Indonesia Harus Punya Konsep Kawasan Hutan dan Deforestasi

Para pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk membahas pemahaman kawasan hutan dan deforestasi. Hal itu supaya ada aturan yang tegas dan tidak multitafsir agar tidak setiap ada kegiatan…

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Mei 2019 - 14:47 WIB

Forbes Kembali Nobatkan Bank BRI Sebagai Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia

Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali dinobatkan oleh Forbes sebagai Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia.

Arc by Crown Group

Senin, 20 Mei 2019 - 14:00 WIB

Crown Group Hadirkan Griya Tawang Berkonsep Manhattan Senilai Rp70 M di Sydney

Pengembang properti terkemuka di Australia, Crown Group kembali meluncurkan griya tawang megah bergaya Manhattan di proyek hunian vertikal terbarunya, Arc by Vrown Group di jantung kota Sydney.

Lugas M Satrio, Presiden Direktur PT Central Data Technology (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Mei 2019 - 12:30 WIB

CDT Tawarkan Solusi Business Intelligence Bebas Klik Semudah Menggeser Kursor Komputer

Business Intelligence (BI) dan analitik menjadi salah satu teknologi penentu keberhasilan bisnis di era digital, namun kompleksitas penggunaan dan kecepatan solusi BI dalam menghasilkan insight…

Jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur

Senin, 20 Mei 2019 - 12:03 WIB

Pembangunan Jalan Sabuk Merah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Perbatasan NTT

Selain merampungkan PLBN, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Direktorat Jenderal Bina Marga juga tengah membangun Jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT)…