INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pengelola kawasan industri Pulogadung atau PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) terus berkomitmen dalam mewujudkan kawasan industri hijau. Kali ini pihaknya menggandeng PT Energi Management Indonesia (EMI) persero dengan membuka  layanan Green Corner untuk memfasilitasi investor dan tenant dalam pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan.

Advertisement

Head of Corporate Secretary PT JIEP, Purwati Puri menjelaskan bahwa selama ini industri identik dengan polusi. Karena itu adanya kerja sama dengan PT EMI diharapkan terciptanya efesiensi energi dan pengendalian pencemaran polusi yang diakibatkan limbah industri.

“Green Corner akan menjadi layanan bagi investor maupun tenant PT JIEP bagaimana pengelolaan lingkungan hidup, dan pemantauan lingkungan hidup,” kata Puri dalam Coffee Morning, bertemakan Efesiensi Energi dan Pengendalian Pencemaran di kantornya kawasan Pulogadung, Jumat (3/11/2017).

Advertisement

Ia mengatakan, kendati izin analisis dampak lingkungan (Amdal) yang mengelola PT JIEP, tapi perusahaan diwajibkan menyusun upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang akan dimonitoring per semester.

“Jadi harus inline dokumen UKL-UPL investor dengan Amdal yang kita punya,” pungkasnya

Advertisement

PT JIEP sendiri sudah mewajibkan perusahaan harus memiliki inplant water treatment, jadi didalam proses produksi mereka yang keluar ke masyarakat pada batas baku mutu, dan ketika keluar diatas ambang batas baku mutu akan diberikan peringatan. Namun, bila tidak mematuhi aturan yang diterapkan PT JIEP akan diserahkan ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI atau KLHK.

Ia menambahkan, sejauh ini di kawasan industri pulogadung karena saat ini industri manufaktur mulai bergeser lebih kepada pergudagangan, tingkat pencemaran udara dan lingkungan masih dapat terkendalikan.

Advertisement

Untuk diketahui PT. EMI (Persero) melakukan sinergi dengan BUMN lain. Beberapa contoh sinergi tersebut antara lain kerjasama dengan PT. Angkasa Pura II (Persero) dalam melakukan efisiensi energi di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, dan kerjasama pembangunan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, dengan PT. PGN (Persero).