INDUSTRY.co.id, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan memangkas anak, cucu, dan cicit perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Anak perusahaan BUMN berjumlah 800 akan menjadi 200 saja. Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani dalam menerima jajaran pengurus Kadin Indonesia di Kompleks Istana kemarin.
"Presiden mengatakan, kita akan merger, jual yang tidak berhubungan lagi dengan inti bisnis inti induknya, sehingga target anak cucu BUMN dari 800 lebih menjadi 200," jelasnya
"Ibu Rini mengamini (keinginan presiden), jadi ada pemotongan 600 perusahaan, akan diselesaikan segera karena sudah dipelajari dan ini akan menjadi restrukturisasi besar-besaran BUMN," imbuhnya.
Nantinya, kata Rosan, pemangkasan anak perusahaan itu bakal dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dilakukan penggabungan atau penjualan ke perusahaan nasional.
"Apakah perusahaan nasional sanggup? Saya sampaikan kita sanggup karena perusahaan-perusahaan itu sudah jadi, bukan baru yang cashflownya enggak jelas. Ini risikonya sudah terukur dari segi keuangannya, dan lebih terbuka," tuturnya.