INDUSTRY.co.id, Bekasi - Operator Tol Jakarta-Cikampek merasa dirugikan oleh ulah oknum masyarakat yang kerap membobol pagar pembatas jalan tol untuk akses naik turun penumpang bus umum.

"Totalnya ada sekitar enam titik kebocoran jalan tol akibat akses naik turun penumpang bus mulai dari arah Jakarta sampai Karawang," kata Manager Pengawasan Lalu Lintas PT Jasa Marga Jakarta-Cikampek Ariyanto di Bekasi.

Menurut dia, kebocoran itu di antaranya berada di kawasan Jatibening jalur A, Bekasi Timur jalur B dekat Apartemen Grand Dika, Tambun, dan sejumlah titik di Karawang.

Menurut dia, sepanjang 72 kilometer Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah dilakukan pemagaran, namun sejumlah titik banyak yang dirusak oknum masyarakat untuk kepentingan tertentu.

"Banyak pagar kami dirusak oknum untuk dijadikan lokasi turun naik penumpang karena lokasinya yang berdekatan dengan pangkalan ojek atau angkutan umum," katanya.

Menurutnya, pengerusakan tersebut sangat merugikan pihaknya, sebab hal itu rutin terjadi hampir setiap bulan.

Sejumlah pagar pembatas yang dirusak itu berbahan cor-coran batu kali dengan panjang sekitar 2 meter dan tinggi 1,5 meter.

"Biasanya oknum itu mengincar cor-coran yang masih basah setelah sebelumnya kami tambal. Sehari dipagar, besoknya sudah rusak lagi," katanya.

Namun demikian, dia mengaku tidak akan bosan memperbaiki kerusakan pagar meskipun harus rutin dianggarkan kegiatannya demi menjaga kondusivitas lalu lintas jalan tol.

"Kita tidak bosan memperbaiki pagar bahu jalan agar tidak ada lagi yang bolong. Tahun depan pun kita sudah siapkan kegiatannya," katanya.

Sementara itu, Kepala Gerbang Tol Pondokgede PT Jasa Marga Supriyadi mengaku harus memperbaiki kerusakan pagar pembatas itu setiap sebulan sekali akibat dirusak oknum.

"Kalau tidak diperbaiki, ini bisa jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kita harus rutin menutup akses tersebut untuk menghindari sanksi," katanya.

Beragam upaya telah dilakukan pihaknya di sekitar akses jalan ilegal di lintasan Jatibening dan Bekasi Timur mulai dari pemasangan spanduk imbauan hingga menempelkan kotoran hewan di coran pagar.

"Sampai kita lumuri pagar dengan kotoran hewan, maksudnya agar tidak ada lagi yang lewat sana, tapi tetap saja dibobol," katanya.(ant)