INDUSTRY.co.id - Sumenep - PT Garam (Persero) menargetkan produksi 400 ribu ton garam pada tahun 2018.
"Target itu dengan asumsi cuaca normal. Artinya tidak ada anomali cuaca seperti yang terjadi di dua tahun kemarin secara berturut-turut," kata Direktur Utama (Dirut) PT Garam, Budi Sasongko, Senin (23/10/2017).
Menurut Budi, ada tiga skenario musim yang mempengaruhi target produksi garam, yakni cuaca tidak normal, cuaca setengah normal, dan cuaca normal.
"Angka 400 ribu ton itu merupakan proyeksi apabila tidak ada hujan selama masa produksi garam, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri," terang Budi.
Budi mengatakan, saat ini luas lahan yang dikelola PT Garam sekitar 5.600 hektar. Lahan tersebut berada di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, dan Sampang, serta di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
"Tapi untuk lahan basah yang kami gunakan untuk produksi garam seluas 4.500 hektar. Sedangkan sisanya berupa sarana atau fasilitas pendukung, seperti kantor, gudang, dan jalan," ujarnya.
Ia berharap akan semakin banyak lahan garam yang dikelola PT Garam. Tahun 2018, ada lahan baru yang dikerjakan yakni di Kupang.
"Kalau luas lahan semakin bertambah, harapan kami tentu saja produksi tidak hanya 400 ribu, tetapi bisa ditingkatkan agar mempercepat keinginan pemerintah untuk swasembada garam," ungkapnya.