INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus konsisten untuk mendorong pertumbuhan populasi industri hilir pengolahan minyak sawit di dalam negeri. Produksi minyak sawit mentah (CPO) secara nasional diperkirakan mencapai 42 juta ton pada 2020.

Advertisement

"Hilirisasi industri akan meningkatkan nilai tambah dan kemampuan dalam menghasilkan produk yang beragam dan inovatif," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada pers di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Salah satu sektor hilir minyak sawit yang tengah dipacu pengembangannya adalah subsektor industri oleokimia. "Pasar produk oleokimia baik di domestik maupun ekspor, masih terbuka luas karena merupakan kebutuhan bahan baku bagi sejumlah industri," ungkap Menperin.

Advertisement

Dalam mendukung kemudahan investasi sektor industri hilir minyak sawit di dalam negeri, Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan dua kebijakan strategis, yaitu pengamanan bahan baku berupa tarif bea keluar dan dana perkebunan yang pro industri, serta pemberian insentif fiskal dan non fiskal untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Alhasil, Kemenperin mencatat, terdapat pertumbuhan industri hilir minyak sawit sekitar 46% pada kurun waktu 2011 hingga 2014 pasca pemberlakuan PMK No. 128/2011 tentang tarif Bea Keluar dan PP No. 52/2011 serta PMK No. 130/2011 tentang Insentif Tax Allowance dan Tax Holiday.

Advertisement