INDUSTRY.co.id - Jakarta- Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail ikut menjelaskan duduk masalah ratusan senjata milik Polri yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta karena menunggu clearance atau persetujuan dari Badan Intelijen Strategis (Bais).
Menurut Murad seperti dilansir BeritaSatu, senjata yang dipesan salah satunya peluncur gas airmata (tear gas launcher) dan bukan peluncur roket antitank yang merupakan senjata militer.
Senjata ini bisa dipasang di senapan jenis AK-47 dan M-16, namun menembaknya harus memakai peluru hampa di mana baru bisa meluncur.
Yang dimintakan rekomendasi Bais ada 5.932 peluru dan 280 senjata. Kelak senjata ini juga bisa dipakai dalam mengatasi huru-hara karena bisa memakai gas air mata dan asap. Kalau tak dipakai, bisa dimanfaatkan untuk latihan dam pengenalan.
"Begitu barang masuk, kita panggil komandan (Brimob) daerah dan latih penggunaannya. Senjata ini sifatnya kejut. Ini larasnya licin, tidak ada alur. Maka paling jauh larinya (peluru) 100 meter. Senjata (model ini) ada yang dibawa ke Poso dan Papua," tambahnya.