INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sepanjang tahun ini, produksi minyak sawit nasional mencapai 36 juta ton, atau lebih tinggi dari perkiraan awal yang hanya 35 juta ton.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengatakan, kondisi cuaca yang mendukung menjadi pemicu utama membaiknya produksi minyak sawit 2017.
"Pada semester I tahun ini, produksi komoditas perkebunan tersebut telah mencapai 21 juta ton," kata Derom Bangun di Jakarta, Kamis (28/9/2017).
Derom memperkirakan, produksi minyak sawit mentah nasional pada Juli 2017 mencapai 3,40 juta ton. Dengan demikian, total produksi minyak sawit sepanjang Januari hingga Juli 2017 bisa menjadi 21,55 juta ton.
"Dengan cuaca yang baik seperti sekarang ini maka produksi Januari hingga Desember 2017 dapat mencapai 36 juta ton, proyeksi awal tadinya 35 juta ton," ungkapnya.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor minyak sawit nasional pada semester I tahun ini mencapai 16,60 juta ton, atau naik 32,80% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 12,50 juta ton.
Kenaikan tersebut dipicu oleh melonjaknya permintaan minyak sawit dari negara-negara tujuan utama ekspor, yakni India, Tiongkok, Uni Eropa (UE), dan Amerika Serikat, serta dari Afrika dan Bangladesh.
Ekspor tersebut itu mencakup minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) beserta turunannya, termasuk oleokimia dan biodiesel.
Sementara produksi pada semester I tahun ini mencapai 18,15 juta ton, sementara pada periode yang sama tahun lalu hanya 15,30 juta ton.