INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan mencaplok 100 persen saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai Rp14,57 triliun melalui skema rights issue, yang sekaligus mengubah pengendali perseroan ke tangan FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH).
Aksi akuisisi tersebut akan dibiayai melalui rights issue atau penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV.
Dalam keterbukaan informasi pada 4 November 2026, ULTJ akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7.878.669.985 saham baru. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp50 dan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.
Saham baru tersebut akan ditukar dengan 24.440 saham FFI yang mewakili 100 persen modal ditempatkan dan disetor penuh di perusahaan susu tersebut.
Rasio rights issue yang ditetapkan adalah setiap 15.200 saham lama berhak atas 11.517 HMETD. Setiap satu HMETD dapat ditebus menjadi satu saham baru.
Transaksi ini dilakukan dengan skema inbreng atau setoran modal non-tunai. Tiga pemegang saham FFI akan menyerahkan sahamnya ke ULTJ, yakni FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) sebesar 78,09 persen, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG) sebesar 16,91 persen, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI) sebesar 5 persen.
Sebesar 86,01 persen dana hasil rights issue akan dipakai untuk menuntaskan akuisisi FFI. Sisanya dalam bentuk tunai akan digunakan untuk modal kerja, seperti pembelian bahan langsung, pembayaran upah langsung, pemeliharaan dan perbaikan, serta biaya listrik.
Akuisisi ini juga mengubah peta pengendalian ULTJ kedepan.
FCIH selanjutnya wajib melakukan penawaran tender wajib atas sisa saham ULTJ milik publik.
Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 43,11 persen.
Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026. Pelaksanaan rights issue masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan target penyelesaian pengambilalihan paling lambat 31 Januari 2027.