INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menargetkan tingkat utilisasi industri nasional meningkat dari hampir 70 persen saat ini menjadi 80 persen, bahkan 85 persen jika memungkinkan. Langkah ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa harus menambah kapasitas produksi baru.

Sarmuji mengatakan, optimalisasi kapasitas produksi yang sudah tersedia menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
 
“Utilisasi industri kita saat ini baru hampir 70 persen. Ini akan terus kita dorong agar bisa mencapai 80 persen, bahkan kalau memungkinkan hingga 85 persen,” kata Sarmuji seusai menerima kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo di Kementerian Perindustrian, Jakarta.
 
Optimisme tersebut didukung perbaikan kinerja manufaktur. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global naik dari 49,8 pada Agustus menjadi 52,4 pada September 2026. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi.
 
Sarmuji juga menilai pemenuhan kebutuhan energi, khususnya gas bumi melalui kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), penting untuk menjaga kelancaran produksi dan meningkatkan daya saing industri nasional.
 
“Kalau kebutuhan gas untuk sektor industri dapat terpenuhi, termasuk melalui HGBT, tentu ini akan menjadi dorongan yang sangat baik bagi peningkatan produksi industri,” ujarnya.
 
Sementara itu, Dradjad menilai peningkatan utilisasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama pada industri makanan dan minuman, industri agro, serta aktivitas di kawasan industri dan kawasan berikat.
 
Menurut dia, momentum peningkatan permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga dapat dimanfaatkan untuk menggenjot produksi manufaktur.
 
Dengan mengoptimalkan kapasitas yang ada, pemerintah berharap industri nasional mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.